Home / Pengembangan Diri / WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Kesehatan
WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Kesehatan

WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Kesehatan

WHO (World Health Organization) atau dalam bahasa Indonesia Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan kecanduan game sebagai gangguan kesehatan. Tentu saja ini mengejutkan banyak pihak, termasuk saya. Namun kalau dipikir-pikir kembali, alasan WHO menetapkan kecanduan game sebagai gangguan kesehatan sepertinya benar juga.

WHO tidak serta merta menyebutkan bahwa pecandu game sebagai gangguan kesehatan. Setidaknya ada 3 poin yang menentukan pecandu game sebagai gangguan kesehatan, yakni:

  • Tidak mampu mengontrol waktu permainan.
  • Memprioritaskan game di atas segalanya.
  • Terus bermain game walaupun itu berdampak buruk.

Nah, coba deh lihat-lihat ke orang terdekat Anda atau pada diri Anda. Apakah sudah termasuk dalam 3 poin di atas? Kalau sudah termasuk, wah … mesti dirubah tuh.

1. Tidak mampu mengontrol waktu permainan

Maksud dari sini adalah maunya main game mulu. Waktu bermain game melebihi 3 jam sehari, bahkan sampai 6 jam lebih. Waduh, ini nih satu harian dilakukan hanya bermain game saja. Apa tidak lelah tuh bermain game terus?

Memang sih, kalau dipikir-pikir bermain game mampu membuat otak senang. Sehingga bermain game mulu. Namun, pasti ada waktunya kita merasa lelah karena bermain game waktu yang lama. Saya saja hanya bisa bertahan bermain game maksimal 2 jam saja. Setelah itu rasanya otak lelah banget.

Nah ini sampai tidak mampu mengontrol waktu permainan. Bahaya nih. Bisa-bisa memberikan dampak negatif. Banyak loh dampak negatif dari bermain game terlalu lama. Salah satunya tuh jantung yang diserang. Karena pemain game hanya duduk saja tanpa bergerak. Namun walau hanya duduk saja otak bekerja maksimal. Siapa bilang main game tidak butuh otak, butuh banget malah. Inilah yang menjadi jantung bekerja maksimal namun tidak seimbang. Kalau otak bekerja maksimal, sekali-kali badan juga bergerak juga dong.

2. Memprioritaskan game di atas segalanya

Dalam pikiran seseorang itu game mulu. Bahkan rela mengurung diri di dalam kamar atau di warnet bermain game satu harian. Bahkan terkadang ada beberapa orang yang sampai lupa makan, lupa mandi, lupa dunia.

Hal ini tentu berbahaya. Dunia ini bukan hanya game saja. Banyak hal yang harus dikerjakan. Salah satunya adalah makan. Makan itu kebutuhan pokok manusia. Kalau game itu hanya hiburan semata saja. Seorang profesional gamer saja ada jadwal kapan dia bermain game, kapan dia makan, kapan dia beraktifitas, dll. Seorang profiesional game tidak memprioritaskan game di atas segaanya.

Ada beberapa kasus, seorang game sangat sulit membedakan mana dunia nyata dan mana dunia game. Yang ada dalam pikiran dia, dunia game itu adalah dunia nyata. Di situlah dunia dia. Sedangkan dunia nyata itu hanyalah fatamorgana. Kalau sampai hal seperti ini terjadi, tentu saja berbahaya.

3. Terus bermain game walaupun itu berdampak buruk

Ketika saya bermain game dalam waktu 2 jam, saya merasa otak saya lelah. Terkadang jantung saya berdetak kencang. Saya tahu, waktu 2 jam bermain game adalah batasan maksimal. Saya harus menghentikan bermain game. Kalau saya lanjutkan, tentu akan berdampak buruk pada kesehatan.

Setiap orang merasakan game itu akan berdampak buruk. Bisa jadi tiba-tiba dia merasa lemas ketika menggerakkan badannya setelah berjam-jam bermain game. Namun dia tetap melanjutkan permainannya. Inilah yang berbahaya.

Seperti kita melakukan olahraga. Di satu titik, ketika kita memaksakan diri berolahraga, kita akan mengetahui batasan diri kita pada saat itu. Ketika kita terus berolahraga, berusaha memaksa diri melewati batasan diri tersebut, akan menyebabkan dampak negatif. Bisa kita lihat contoh mantan atlet profesional yang terlalu memaksakan diri, sehingga berdampak negatif bagi dirinya. Padahal aslinya olahraga itu bagus untuk kesehatan.

Olahraga yang bagus untuk kesehatan saja bisa berdampak negatif kalau dipaksa. Nah bagaimana dengan game, yang hanya duduk diam manis saja terus memaksakan diri? Dampak negatif yang ditimbulkan akan semakin besar.

Kesimpulan

Kalau dipikir-pikir secara seksama, WHO menetapan kecanduan game sebagai gangguan kesehatan dengan melihat 3 poin di atas memang masuk akal. Berarti mereka yang kecanduan game adalah orang yang terlihat mengkhawatirkan akan kesehatan mereka.

Kehidupan mereka hanya game saja, tidak ada yang lain. Game yang diperhatikan sedangkan kehidupan bahkan kesehatan mereka tidak diperhatikan.

Banyak yang berkata kalau sering bermain game akan menjadi profesional gamer. Tapi, kalau bermain game sehingga menyebabkan gangguan kesehatan, bukan profesioanl game yang didapat melainkan sekarat gamer.

Bermain game boleh-boleh saja, tapi harus ingat waktu. Jangan sampai kecanduan game karena itu menimbulkan jutaan dampak negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *