Home / Pengembangan Diri / Perhatikan 16 Ciri Orang yang Tidak Bahagia
tidak bahagia

Perhatikan 16 Ciri Orang yang Tidak Bahagia

Apakah kita bahagia hidup di dunia ini? Itu merupakan pertanyaan yang sangat sensitif memang. Karena faktor penentu kebahagiaan di dunia ini berbeda-beda. Ada yang bersama pasangannya, dia sudah bahagia. Ada yang telah mencapai tujuan hidupnya dia bahagia. Namun, ada juga orang yang tidak bahagia. Perhatikan beberapa tanda orang tidak bahagia.

Tidak bahagia dengan pasangan baik tidak bahagia dengan suami maupun istri, tidak bahagia di lingkungan kerja, dan lainnya. Masih banyak lagi ketidakbahagiaan di dunia ini. Dan sebaiknya hal tersebut dihindari. Kehidupan di dunia ini seharusnya berjalan dengan penuh kebahagiaan.

Jika ditanya apa ciri-ciri orang yang sedang bahagia, tentu saja jawabannya sangat banyak. Ya, salah satu ciri orang yang bahagia adalah hidupnya sederhana. Karena hidup sederhana, sangat jauh yang namanya diperbudak oleh harta. Jika hidup sampai diperbudak oleh harta, tidak akan ditemukan kebahagiaan di dunia ini. Rasanya, harta tersebut tidak akan cukup membuat kita bahagia.

Ciri Orang Tidak Bahagia

Tanpa mempersingkat kata, berikut beberapa ciri orang yang tidak berbahagia di kehidupan dunia.

1. Selalu mengeluh

Sedikit-sedikit mengeluh, sedikit-sedikit mengeluh, rasanya tidak ada yang dia senangi dalam dunia ini. Bangun tidur mengeluh, sarapan mengeluh, tidur malam mengeluh, ok ini lebay. Namun ada itu loh, orang yang kesehariannya selalu mengeluh. Padahal dia memiliki kecukupan, namun dia selalu mengeluh.

Dimana saja dan kapan saja dia selalu mengeluh. Boleh mengeluh, tapi hanya boleh dilakukan dalam waktu yang sangat jarang. Bukan setiap hari mengeluh. Seperti tidak ada pekerjaan lain selain mengeluh.

Hal tersebut sangat tidak baik. Memang, dunia ini sangat banyak cobaan. Namun harus diingat, banyak juga kenikmatan yang didapat dari dunia ini. Makanya perlu yang namanya bersyukur. Jika tidak bersyukur, maka yang dilihat hanyalah cobaan saja. Alhasil, keseharian selalu mengeluh. Kalau begini, apakah kebahagiaan menyertai orang yang selalu mengeluh?

2. Selalu berbelanja

Gaya hidup sederhana memang baik, namun gaya hidup hedonisme sangat tidak baik. Apakah itu gaya hidup hedonisme? Dikutip dari wikipedia, gaya hidup hedonisme adalah pandangan bahwa kebahagiaan hidup didapat sebanyak-banyaknya dan sebisa mungkin menghindari hal yang menyakitkan perasaan. Jika diperhatikan sekilas, gaya hidup hedonisme tidak ada masalah. Namun yang menjadi masalah, menganggap bahwa kebahagiaan duniawi adalah segalanya.

Apapun kebahagiaan tersebut. Alkohol, belanja, bahkan pesta pora. Hal tersebut sangat tidak baik. Baik tidak baik untuk kesehatan, namun juga tidak baik untuk keuangan. Jika terus-terusan membelanjakan uang, tentu nantinya akan habis dan juga nantinya akan menumpuk hutang.

Dan juga, orang yang selalu berbelanja dapat menunjukkan bahwa dia itu tidak menemukan kebahagiaan. Kenapa? Tidak ada satu hal yang memuaskan hasrat batinnya. Makanya dia membelanjakan hartanya secara semena-mena. Hal tersebut untuk memuaskan batinnya.

Memang menyedihkan dan menyakitkan memang jika melihat kebenaran bagi orang yang selalu berbelanja. Jadi, usahakan mengikuti gaya hidup hemat. Kalau bisa, keuangan kita diinvestasikan, baik investasi dunia maupun akhirat.

3. Selalu mengkhawatirkan masa depan

Salah satu perbedaan antara manusia dan hewan, manusia terkadang memikirkan apa yang terjadi di masa depan, namun hewan tidak memikirkan apapun, hewan hanya memikirkan tentang masa sekarang.

Namun, orang yang terlalu mengkhawatirkan masa depan, menunjukkan dia tidak menunjukkan kebahagiaan. Karena orang yang memikirkan masa depan, berarti ada kekhawatiran yang dia hadapi, menurut dia (harvard.edu).

Karena kita khawatir, makanya memikirkan masa depan. Misalnya, khawatir akan pekerjaan apa yang mau diambil, makanya memikirkan masa depan jurusan apa yang diambil pada waktu kuliah, agar pekerjaan sesuai. Khawatir akan finansial di masa depan, makanya memikirkan bentuk tabungan dan investasi yang akan diikuti.

Kekhawatiran masa depan memang boleh-boleh saja, namun yang tidak boleh itu adalah selalu mengkhawatirkan masa depan. Jangan terlalu memikirkan, karena masa depan itu tidak pasti. Dan banyak kekhawatiran masa depan yang tidak terbukti.

4. Selalu menunggu masa depan tanpa berusaha

4 ciri orang bahagia adalah tersenyum, bersyukur, keluarga akur, dan berusaha pantang menyerah. Kenapa orang berusaha pantang menyerah termasuk bahagia? Karena mereka adalah orang yang mengejar impian mereka. Bukankah mengejar impian salah satu bentuk kebahagiaan dunia. Bukti? Apakah Anda bahagia ketika melakukan PDKT (pendekatan) dengan orang yang Anda cintai? Hal tersebut menunjukkan Anda sedang berusaha untuk mengambil hati orang yang Anda cintai. Dan hal tersebut membahagiakan, bukan?

Banyak yang menganggap berusaha keras itu bukanlah salah satu bentuk kebahagiaan. Itu anggapan bagi mereka yang tidak berusaha keras. Mereka tidak tahu tentang kebahagiaan dari berusaha keras.

Sehingga, mereka yang tidak berusaha, yang selalu menunggu masa depan, adalah orang yang tidak bahagia. Mereka menganggap orang lain tidak bahagia, sebenarnya merekalah yang tidak bahagia.

Selalu menunggu masa depan tanpa berusaha keras, berarti dia pasrah saja menerima kenyataan seperti itu? Binatang saja tidak pasrah saja menerima kenyataan. Buktinya? Semua hewan berusaha mencari makanan, walaupun bahaya menghadang mereka. Itu menunjukkan kalau mereka tidak diam saja, menerima kenyataan.

5. Selalu meninggalkan hobi

Salah satu indikator orang bahagia adalah orang yang menjalankan hobinya. Pastinya, setiap manusia memiliki hobi tertentu. Baik itu hobi yang bisa dilakukan bersama teman, maupun dilakukan sendirian.

Ada kebahagiaan tersendiri ketika melakukan hobi. Sudah banyak contohnya, orang tersenyum karena hobi. Bahkan, sampai rela menghabiskan beberapa rupiah hanya untuk hobinya.

Namun, ada orang yang meninggalkan hobinya. Berarti, mereka meninggalkan salah satu bentuk kebahagiaan. Hal tersebut sangat tidak baik. Memang, banyak alasan orang meninggalkan hobinya. Namun, jika mereka meninggalkan hobi mereka, berarti mereka membuang kebahagiaan mereka.

Kasusnya, Anda memiliki hobi bermain futsal, dan Anda tidak bermain futsal beberapa tahun. Dan ketika Anda melihat teman kerja Anda bermain futsal, apakah ada rasa menyesakkan di dada? Rasa tersebut cukup menyakitkan, dan ada dorongan hati mengatakan, “Aku ingin ikut bermain futsal!” Hal tersebut menunjukkan Anda tidak bahagia, karena meninggalkan hobi Anda.

6. Selalu makan sembarangan

Ada loh orang yang lagi stress akan makan banyak, bahkan nafsu makannya bisa dibilang luar biasa kalau stress. Hal inilah yang ditakutkan pada orang yang makan sembarangan. Jangan-jangan stress dia itu sudah ngeri banget.

Jika makan terlalu banyak, tentu rasanya perut ini akan meledak. Namun lain hal dengan orang yang tidak menemukan kebahagiaan. Makan terlalu banyak bisa disebut pengalihan saja bagi mereka. Karena mereka stress berat, makanya makan. Karena hanya pengalihan, otak tidak fokus kepada makanan, namun fokus kepada pikiran. Sehingga walaupun makan banyak, tidak akan terasa kenyang.

Hal ini sangat berbahaya sekali. Jika orang dulu mengatakan, “Banyak makan berarti makmur,” namun pada zaman sekarang ini sudah berubah, “Banyak makan berarti banyak penyakit,” karena jika makanan tidak dikontrol, maka penyakit yang tidak diinginkan akan berdatangan. Sayangnya penyakit tersebut bisa dibilang berbahaya.

7. Selalu menggunjing orang

dengarkan apa yang dia katakan

Menggunjing itu adalah perbuatan yang tidak baik. Oh ya, apa itu menggunjing? Menggunjing itu adalah berbicara dengan menjelek-jelekkan seseorang, bahkan sampai mengumpat dan memfitnah (KBBI).

Menggunjing adalah perbuatan yang sia-sia. Tidak ada keuntungan dari melakukan menggunjing. Biasanya, ini nih biasanya, orang yang menggunjing itu adalah orang yang sakit hati kepada seseorang atau iri kepada seseorang.

Berarti orang yang selalu menggunjing adalah mereka yang tidak bahagia dong. Karena mereka menyimpan dendam di hati mereka. Apakah bahagia hidup dengan penuh dendam? Tidak. Dan juga, orang yang selalu menggunjing itu, berarti orang yang merasa penuh kekurangan. Mereka tidak lagi memikirkan kebahagiaan mereka, namun lebih memikirkan kebahagiaan orang lain.

8. Selalu bertengkar

Orang yang selalu bertengkar, berarti menunjukkan tidak menemukan kebahagiaan dalam hidup. Misalnya pasangan yang selalu bertengkar dalam rumah tangga. Tidak bahagia dalam pernikahan itu karena baik pihak pria maupun wanita tidak bisa mengendalikan egonya masing-masing sehingga pertengkaran selalu terjadi. Sehingga masing-masing berpikir, “Tidak bahagia setelah menikah atau rumah tanggaku tidak bahagia”

Sebenarnya apa itu cinta? Kenapa pernikahan yang berlandaskan cinta harus terjadi pertengkaran tiada henti. Karena pertengkaran yang tiada henti itu bisa dikatakan tanda harus bercerai. Apakah tidak ada cinta dalam kehidupan pernikahan?

Karakteristik keluarga bahagia, sang pria mencintai wanita, wanita juga mencintai pria. Selain itu, mereka juga masing-masing mampu mengendalikan ego mereka.

Selain pada pernikahan, banyak lagi contohnya. Adalah mereka yang tidak akur dalam pertemanan, rekan kerja, bahkan di lingkungan sosial. Mereka tidak mampu menahan emosi mereka. Mereka yang tidak mampu menahan emosi mereka, berarti ada kemarahan yang disimpan dalam hati. Sehingga kemarahan itu sedikit dipicu, maka akan terjadi perkelahian. Apakah itu kebahagiaan?

9. Selalu menyimpan dendam

Sebenarnya, hidup yang sengsara bisa dilihat dari orang yang menyimpan dendam. Di dalam film juga sudah terlihat. Di dalam film, sang tokoh yang menyimpan dendam, mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membalaskan dendamnya.

Mereka hidup hanya untuk dendam. Mereka tersenyum, namun senyuman itu hanya dibuat-buat. Sebenarnya hati mereka menjerit. Bahkan, hidup mereka tidak akan tenang, sebelum membalaskan dendam mereka.

Setelah membalaskan dendam mereka, ternyata hati mereka kosong, ini kalau film dilanjutkan. Biasanya, ketika sang tokoh utama berhasil membalaskan dendam mereka, film berakhir. Namun, bagi film yang melanjutkan kisah tokoh setelah membalaskan dendam mereka, hidup mereka kosong.

Itu adalah bentuk ketidakbahagiaan. Hidup kosong, seperti tidak ada semangat untuk menjalani hidup kembali. Maka dari itu, sebaiknya janganlah menyimpan dendam, karena itu tidak baik.

10. Selalu tidak belajar

Ya sih, belajar itu membosankan banget. Karena belajar membutuhkan tenaga yang besar makanya mudah lelah. Apakah orang yang tidak belajar itu berarti mereka tidak menemukan kebahagiaan? Untuk bagi mereka di bangku sekolah sih tidak, namun bagi yang sudah menyelesaikan sekolah mereka, akan terasa.

Ketika tidak belajar, masa depan yang dijalani tidak begitu indah. Karena dunia, hanya untuk bagi mereka yang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar. Dan pada akhirnya, hidup terasa berat.

Banyak yang beranggapan kalau hidup mereka berat atau cari pekerjaan yang baik sulit, padahal di masa muda mereka, mereka menyia-nyiakannya. Mereka lebih memilih bermain daripada belajar.

Belajar itu memang tidak begitu berdampak pada masa sekolah, namun sangat berdampak pada masa tua. Oh ya, belajar buat mencari ilmu, bukan belajar demi mendapatkan nilai.

11. Selalu menyerah

Mereka tidak punya semangat juang, mereka adalah orang-orang yang selalu menyerah. Apapun kegagalan yang mereka terima, mereka menyerah. Padahal, bisa jadi kegagalan itu adalah tanda kesuksesan telah dekat.

Orang yang selalu menyerah, berarti mereka tidak ada motivasi untuk berusaha. Jika demikian, mereka tidak ada kebahagiaan hidup. Mereka yang memiliki motivasi, adalah mereka yang mengejar impian, demi kebahagiaan hidup mereka.

12. Selalu merasa kesepian

Merasa kesepian, kesendirian, rasanya hitam tanpa cahaya, terkadang seseorang pernah mengalami hal tersebut. Namun, instensitasnya tidak sering, bahkan bisa dibilang jarang. Kesepian dapat diobati dengan mengikuti hobi dan bersosialisasi.

Pernikahan yang bahagia maka akan mampu mengusir kesepian. Pertemanan yang baik juga demikian. Apalagi bagi mereka yang menggeluti hobi mereka, kesepian itu tidak akan menyerang mereka. Walaupun hobi mereka aneh, kadang menuntut kesendirian, seperti bermain game. Namun mereka tidak kesepian.

Namun bagaimana mereka yang selalu merasa kesepian? Berarti mereka yang mempunyai amarah, selalu menyerah, dan menjauhkan diri mereka dari hobi. Yang artinya mereka bagaikan terkurung di dalam ruangan gelap. Ruangan tersebut tidak ada pintu maupun cahaya. Yang mereka lihat hanyalah gelap gulita.

13. Selalu menganggap remeh

Orang yang menganggap remeh akan sesuatu rata-rata adalah mereka yang mudah menyerah. Berarti mereka menganggap sesuatu tersebut gampang. Namun, jika ternyata sesuatu tersebut tidak segampang yang dipikirkan, apa yang terjadi? Biasanya mereka menyerah.

Orang ahli sekalipun tidak akan menganggap remeh suatu hal dan mereka berusaha semampu mereka untuk menghasilkan yang terbaik. Namun, orang yang biasa saja atau bahkan mereka yang mudah menyerah, mudah sekali meremehkan sesuatu.

Hal tersebut menunjukkan kalau mereka tidak ada kata bahagia. Karena bagi mereka, mengerjakan sesuatu harus serba mudah, dan tidak ada kebahagiaan di dalamnya. Apalagi termotivasi untuk melakukan.

14. Selalu memperbesar masalah

Padahal masalahnya sepele, namun mereka memperbesarkannya. Masalah kecil diperbesar, masalah besar, semakin diperbesar. Memang terkadang, kita juga memperbesar masalah. Namun, hal tersebut jarang terjadi.

Coba kita melakukan flashback. Biasanya, ketika kita memperbesar masalah, berarti ada ketidakbahagiaan dalam diri kita. Ada sesuatu hal yang mengganjal dalam diri ini. Ketika masalah datang, maka akan sulit untuk berpikir jernih.

Berarti mereka yang selalu memperbesar masalah, mereka adalah orang yang selalu dikelilingi kabut hitam. Bagi mereka, dunia adalah hitam. Mereka tidak menemukan pelangi di kehidupan ini.

15. Selalu merasa rendah diri

Merasa rendah diri terjadi karena mereka selalu menyerah dan tidak termotivasi. Tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk menyemangati hidupnya. Rendah diri adalah bagi mereka yang merasa lelah akan hidup.

Mereka yang rendah diri, bukan terbentuk secara alami. Namun karena dorongan di dalam diri. Pemicu utama dari rendah diri adalah tidak menemukan kesenangan dunia. Hidupnya sangat jauh dari kata bahagia.

Apakah berbahaya menjadi rendah diri? Bila menjadi rendah hati itu baik, namun rendah diri itu tidak baik. Hal itu membuat kehidupan menjadi suram. Tidak termotivasi, mudah menyerah, dan terkadang lebih suka mengurung diri di dalam kamar tanpa melakukan apapun.

16. Selalu diperbudak harta

cara menghilangkan stress

Walaupun harta melimpah, namun kalau diperbudak harta itu tidak ada artinya. Hidup tidak menunjukkan kepuasan. Selalu saja kurang. Dan harta dunia, terlihat begitu manis dan lebih manis. Sehingga, harta menunjukkan kebahagiaan, kebahagiaan semu.

Apakah ada kebahagiaan dari harta? Memang tidak dipungkiri, ada kebahagiaan tersendiri dari harta tersebut. Ingat? Betapa bahagianya kita ketika mendapat kado spesial dari orang spesial. Kado tersebut bisa dibilang harta loh.

Namun orang yang diperbudak oleh harta, mereka sepintas merasa senang dengan satu harta, namun kesenangan tersebut sirna seketika. Mereka mulai mencari harta lagi. Mereka mencari, mencari, mencari, bagi mereka setiap menemukan harta adalah kebahagiaan, namun yang terjadi justru sebaliknya. Ketidakbahagiaan justru yang didapat.

Penutup

Siapa sih yang menginginkan orang yang tidak bahagia? Pastinya semuanya menginginkan kebahagiaan. Berarti, ikuti panduan mencari kebahagiaan. Salah duanya adalah ikhlas dan bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *