Home / Motivasi Diri / 7 Nasihat Bijak Einstein mengenai Filsafat Kesuksesan
nasihat bijak Einstein

7 Nasihat Bijak Einstein mengenai Filsafat Kesuksesan

Cerita filosofi hidup mengenai Albert Einstein memang perlu untuk dipelajari. Karena banyak sekali pelajaran yang diambil darinya. Bukan hanya satu, tapi lebih dari dua. Ada beberapa nasihat bijak Einstein mengenai filsafat kesuksesan.

Ada beberapa kebiasaan orang sukses yang perlu diambil pelajarannya. Hal tersebut untuk pembelajaran bagi kita. Orang-orang sukses tersebut tentunya mengambil jalan yang berbeda dari kebiasaan umum pada zamannya. Namun dengan bekerja keras mereka membuktikan kalau mereka juga bisa berhasil.

Jika dilihat filosofi orang sukses dunia ini tidak jauh-jauh yang namanya dari: bekerja keras, terus belajar, ikuti mimpi, dan berimajinasi. Hal tersebut yang membuat manusia menjadi lebih baik. Tanpa imajinasi, manusia bakal seperti robot.

Nasihat Bijak Einstein

Tanpa mempersingkat kata, berikut 7 nasihat bijak Einstein mengenai filsafat kesuksesan.

Nasihat pertama, “Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.”

Banyak orang yang beranggapan bakat khusus adalah segalanya. Dengan memiliki bakat khusus tersebut, maka orang dapat sukses dan dikenang sepanjang masa.

Salah satunya ingin memiliki IQ yang tinggi. Namun, bakat tersebut hanya 0,1% faktor saja mengenai kesuksesan dunia. Bakat itu hanya sebagai faktor pendukung saja. Selebihnya, bagaimana manusia berusaha keras demi mencapai tujuannya. Tentu saja ujian bakal menghadang usaha manusia.

Rasa ingin tahu manusia sangat besar. Namun ada yang mengubur rasa ingin tahu tersebut. Jika manusia selalu mengubur rasa ingin tahunya, maka selamanya manusia tetap berada di dalam goa.

Setiap manusia memiliki rasa ingin tahu. Biasanya spesifik mengenai satu hal mengenai dunia ini. Kejarlah rasa ingin tahu tersebut. Jika ingin mengetahui mengenai benua Antartika, belajarlah dan kalau bisa pergi ke Antartika. Jika ingin mengetahui mengenai langit dan benda angkasa, belajarlah dan kalau bisa lihatlah benda angkasa dengan teropong.

Intinya, untuk memenuhi rasa ingin tahu Anda. Belajar giat, bekerja giat, dan jika sempat lakukan praktik lapangan. Dengan demikian, semakin belajar, semakin sadar bahwa masih banyak rahasia dunia belum terungkap. Dan semakin sadar betapa indahnya dunia ini.

Nasihat kedua, “Saya bukanlah pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah.”

IQ itu bukanlah penentu kesuksesan namun EQ, dan perlu diketahui, IQ itu bisa diasah menjadi lebih berkembang lebih baik. IQ memang bawaan lahir, tapi masih bisa diasah.

Terkadang ada perdebatan mengenai Albert Einstein. Apakah dia dari lahir memiliki IQ tinggi atau bukan. Karena masa kecil Einstein terkena disleksia, dia dianggap tidak dapat mengikuti pembelajaran, dan pada akhirnya dia dihentikan alias drop out (DO).

Ini juga bisa dijadikan filosofi motivasi bagi kita. Seseorang yang dianggap gagal, belum tentu selamanya akan menjadi gagal. Jangan mudah berputus asa. Sepertinya, dulu Einstein merasa terpukul, mungkin dia mengalami depresi berat yang membuatnya ingin bunuh diri.

Namun Einstein tidak menyerah. Peran orang terdekatnya mampu membuat dia bangkit. Salah satunya adalah ibunya. Ibunyalah yang menjadi pahlawan bagi Einstein untuk terus belajar. Apakah ibunya tidak sedih melihat fakta kalau anaknya dianggap tidak bisa mengikuti pembelajaran sekolah? Pastinya sedih banget. Namun dia bangkit.

Fikosofi Albert Einstein sangat erat kaitannya dengan peran keluarga sangat penting pada keadaan apapun. Ketika bersuka cita, keluarga adalah orang yang lebih bersuka cita. Dan ketika keadaan depresi, jatuh, gagal, keluargalah yang akan menghibur dan mampu membuat bangkit. Maka jangan pernah jauh dari keluarga.

Nasihat ketiga, “Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium seorang gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya.”

Sepertinya ini kata Albert Einstein tentang cinta deh. Namun, nasihat bijak Einstein tersebut tidak mengenai cinta. Namun mengenai fokus pada tujuan tertentu.

Jika Anda ingin berhasil, fokuslah pada satu bidang. Jangan fokus ke beberapa bidang. Dengan fokus pada satu bidang, maka Anda menjadi ahli pada bidang tersebut. Namun jika Anda tidak fokus pada beberapa bidang, Anda mungkin tidak menjadi ahli pada bidang yang Anda geluti.

Anda ingin menjadi dokter, fokuslah menjadi dokter. Usahakan jangan mencoba untuk menjadi pengacara. Atau Anda fokus jadi guru, fokuslah. Jangan berusaha untuk menjadi notaris.

Fokus pada satu tujuan, maka Anda menjadi ahli dalam bidang tersebut. Ketika Anda menjadi ahli, maka derajat Anda menjadi lebih tinggi dalam beberapa derajat. Namun harus disertai dengan rendah hati dan tidak sombong.

Nasihat keempat, “Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik masa depan. Imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan.”

Hidup Cuma Sekali

Jika manusia tidak mengikuti imajinasinya, maka selamanya manusia berada di dalam goa. Manusia tidak mencoba untuk hidup di luar goa, karena manusia berpikir lebih aman untuk hidup di dalam goa.

Namun manusia mengikuti imajinasinya. Karena itu mereka keluar dari goa, mencoba untuk membangun rumah yang belum tentu aman daripada goa. Pastinya rumah yang pertama itu cepat rusak. Namun manusia terus belajar dan belajar, sehingga mampu membuat rumah yang lebih baik daripada goa.

Setiap manusia mempunyai yang namanya imajinasi. Dengan imajinasi manusia mampu berkembang menjadi lebih baik. Imajinasi itu, pastinya tidak ada di dunia saat ini. Namun perlu dibuat.

Manusia berimajinasi bisa terbang, maka ditemukanlah pesawat terbang. Manusia berimajinasi membuat kendaraan yang memuat ratusan orang, maka ditemukanlah kereta api. Manusia berimajinasi untuk pergi ke bulan, maka ditemukanlah roket yang membawa manusia ke bulan. Manusia berimajinasi untuk bisa berkomunikasi jarak jauh, maka ditemukanlah telepon dan internet.

Nasihat kelima, “Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.”

Kalau sesuatu itu tidak baru, maka sudah diketahui letak kesalahannya, dan kita bisa menghindari kesalahan tersebut.

Namun bagaimana jika sesuatu itu yang baru? Tentu saja banyak kesalahan yang tidak diketahui saat itu.maka sudah sewajarnya, ketika melakukan sesuatu yang baru, maka banyak sekali kegagalan yang terjadi.

Namun semakin banyak kegagalan, maka semakin dekat dengan temuan sesuatu yang baru. Jika satu kesalahan saja, tentu itu masih jauh dari pencapaian.

Berapa banyak sih kegagalan untuk mencapai temuan yang baru? Tentu saja banyak. Mungkin Einstein tidak berani mengatakan berapa banyak kegagalan yang dia alami ketika menemukan teori relativitasnya. Mungkin sudah ribuan kegagalan yang dialami Einstein.

Nasihat keenam, “Saya tidak pernah memikirkan masa depan. Itu akan datang sesaat lagi.”

Masa depan belum tentu, masa lalu adalah sejarah, dan masa sekarang dia hal yang harus dilakukan.

Einstein berkata kalau masa depan tidak perlu dipikirkan, namun yang perlu dipikirkan apa yang harus dilakukan sekarang. Memang demikian, fokus ke masa ini. Apa yang bisa dilakukan, lakukanlah yang terbaik.

Apa yang dilakukan sekarang, akan berpengaruh pada masa depan. Maka apa yang kita lakukan sekarang, maka dampaknya akan terjadi di masa depan. Berhati-hatilah apa yang dilakukan pada masa sekarang. Jangan sampai menimbulkan penyesalan di masa depan.

Nasihat ketujuh, “Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga.”

lihatlah ke bawah dalam masalah harta

Nasihat bijak einstein yang ketujuh mengenai jangan terlalu fokus kepada kesuksesan namun fokus menjadi orang yang berharga. Jadilah ilmu yang dimiliki menjadi berguna untuk semua orang. Kesuksesan itu berbanding lurus tentang apa yang kita sumbangkan kepada orang-orang. Jika kita mampu memberikan dampak positif, maka itu bisa dikatakan sukses.

Jadilah orang yang berharga untuk orang lain. Buatlah ilmu yang dimiliki berguna untuk orang lain.

Penutup

Sejatinya nasihat bijak Einstein fokus kepada belajar keras, pantang menyerah, dan terus berjuang agar menjadi orang yang lebih berguna untuk masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *