7 Modus Penipuan di Media Social Maupun Pesan

Yang namanya penipu selalu ada di setiap zaman. Jika dilirik pada cerita legenda, selalu ada saja yang namanya penipu. Artinya, sejak zaman nenek moyang, penipu tetap saja eksis. Jadi, penipu tidak bisa dihindari. Penipu selalu menyertai dimanapun kita berada. Maka dari itu, sebaiknya mulailah mempelajari modus penipuan di media social maupun pesan.

Jika dilirik, sudah banyak kasus penipuan yang merugikan puluhan juta rupiah. Ya … mungkin si korban lagi apes kali, makanya dia sampai ditipu. Dan itu menjadi pelajaran untuk kita semua.

Maka dari itu, jika diperhatikan lebih lanjut. Ada 7 modus penipuan di media social maupun pesan. Apa sajakah itu?

1. Pengirim Meminta Anda Mengirim Username dan Password Akun Anda

Ini pernah saya alami. Entah lagi siap atau apa, tiba-tiba ada sebuah SMS yang mengatakan kalau akun media social saya berbahaya. Dia ingin menolong saya untuk mengamankan akun saya. Namun dengan alasan sejuta, dia meminta saya mengirim username dan password. Hmm … awalnya sih terlihat meyakinkan, namun ditelusuri lebih lanjut terlihat mencurigakan.

Pertama tuh, si pelaku mengatakan kalau dia berusaha mengamankan akun saya dan dia minta username dan password saya. Nah, emang ada itu ya, seorang ahli security IT meminta username dan password? Tidak tuh.

Kedua tuh, setan apa ya yang merasuki si pelaku. Kenapa tiba-tiba dia ingin membantu saya. Kenal enggak eh sok-sokan membantu. Saya pun tidak membuat pengumuman tuh membutuhkan pertolongan. Berarti ini, hanyalah orang iseng atau penipu.

Atas dasar itulah kenapa akhirnya saya mengabaikan SMS tersebut. Dan memang benar, isi dari SMS tersebut adalah hoax.

2. Pengirim Meminta Anda Yang Aneh-Aneh, Seperti Meminta Nomor Rekening

Ini juga pernah saya alami, dan saya langsung ditelpon oleh penipu. Tiba-tiba gitu smartphone saya berdering, nomor tidak dikenal, berharap cewek yang nelpon terus menikah deh sama cewek itu (mimpi woi), nyatanya suara om-om.

Dia mengatakan kalau saya mendapatkan hadiah berupa uang puluhan juta rupiah yang dilakukan oleh bank tertentu. Bank tersebut memang terkenal banget. Awalnya sih senang, dapat durian runtuh. Eh, si pelaku juga meminta nomor rekening saya, katanya untuk mempermudah proses gitu.

Namun jika dipikir-pikir lebih lanjut, kayaknya mencurigakan sekali loh. Biasanya penyelenggara undian tidak pernah meminta nomor rekening atau nomor urgent lainnya, karena itu bersifat privasi. Eh, kok si om-om nggak jelas ini berani meminta nomor rekening saya. Apa yang akan dilakukan pelaku dengan nomor rekening saya?

Dan yang kedua tuh, awalnya si pelaku berbicara santai. Tapi, saat pembicaraan mengenai “nomor rekening”, si pelaku terkesan terburu-buru sekali dan mendesak saya untuk memberikannya. Wah … kalau ini sih tidak beres.

Akhirnya saya menjawab, “Nomor rekening? Itu dimana beli?” dan akhirnya telepon tersebut ditutup oleh si pelaku.

3. Pengirim Mengaku Punya Hubungan/Kerjasama dengan Perusahaan/Instansi Tertentu

Iya sering sih seperti ini. Biasanya dari telepon atau pesan. Katanya dia punya kerja sama dengan xxx, katanya kita berada dalam bahaya. Terus dia meminta kita untuk mengirim sejumlah uang supaya kita aman. Saya pernah dapat yang ginian. Saya dapat SMS yang mengatakan kalau saya berada dalam bahaya. Si pelaku berkata kalau dia punya hubungan dekat dengan polisi. Katanya saya akan ditangkap dalam waktu dua puluh empat jam. Saya harus mentransfer sejumlah uang supaya saya tidak jadi di tangkap.

Haha, setelah saya perhatikan sekali lagi. terlihat jelas kalau si pelaku ingin menipu saya. Saya tinggal di Sumatera Utara dan pelaku mengatakan memiliki hubungan dekat dengan polisi di Jawa Barat. Sumatera Utara ke Jawa Barat tuh jauh banget, naik pesawat saja menghabiskan Rp 700.000. Akhirnya saya abaikan pesan tuh.

4. Profil Pengirim Sangat Mencurigakan Sekali

Profil Pengirim

Ini sih biasa di media social. Kita mendapat beberapa pesan yang menggiurkan. Nah, saat melihat profil si pengirim, kok mencurigakan sekali. Photo profil yang dimuat entah photo siapa. Terus alamat dan keterangan lainnya aneh semua. Saya pernah melihat profil si pelaku, alamatnya jalan xxx DKI Jakarta, Jawa Barat. Emang ada alamat gituan? Udah DKI pake embel-embel Jawa Barat lagi. Aduh….

Maka dari itu, untuk media social, melihat profil seseorang sangat diperlukan sekali. Jika dia jujur, maka dia akan membuat profil se-transparan mungkin.

5. Isi Pesan Mengklaim Anda Memenangkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah

Tiba-tiba ada pesan yang mengatakan kita memenangkan hadiah. Ikut perlombaan tersebut tidak pernah, tiba-tiba dapat hadiah. Aduh … jangan sampai terlena dengan begituan.

Saya pernah mengalami, saya mendapatkan hadiah undian dari bank Mandiri, padahal saya tidak memiliki tabungan Mandiri. Kenapa saya bisa menang, ya? Hmm sangat mencurigakan sekali.

Jadi, jika mendapatkan pesan yang mengatakan, “Anda memenangkan hadiah,” sebaiknya jangan langsung percaya. Apalagi jika memang Anda merasa tidak pernah mengikuti perlombaan itu. Sebaiknya hapus saja pesan tersebut, daripada Anda terlena.

6. Isi Pesan Mengundang Anda Mengunduh Video, Gambar, atau Klik pada Link yang Diberikan

Ini nih menyebalkan sekali. Lagi jomblo, smartphone nggak pernah bunyi, tiba-tiba berbunyi. Dengan semangat mengangkat smartphone. pas dibuka, setelah di check ternyata hanya pesan dengan meminta klik pada link supaya dapat uang berlimpah. Saya biasanya mendapat judi bola. Jadi saya disuruh klik link yang diberikan.

Istilahnya, pesan ini seperti spam. Sebaiknya dihapus saja. Jika Anda melakukan apa yang disuruh pada pesan tersebut, mengunduh video, gambar, atau klik pada link, bisa-bisa smartphone Anda terkenal virus atau malware. Karena ada beberapa modus penipuan seperti ini. Menyuruh Anda mengklik video, gambar, link, padahal pada link tersebut, sudah disusupi virus atau malware jahat.

7. Isi Pesan Menunjukkan Anda Berada dalam Bahaya apabila Tidak Menanggapi Permintaan si Pelaku

Ada pesan bertuliskan, “Hati-hati, saudara sekarang dalam pantauan kami. Kami adalah tim Densus 88. Saudara disinyalir berkomplotan dengan kelompok teroris. Maka dari itu, supaya saudara tidak kami ringkus, sebaiknya transfer Rp 10.000.000 ke rekening di bawah ini (rekening si pelaku), xxx-xxx-xxx,” saya pernah mendapat isi pesan yang beginian.

Saya curiga sih, sejak kapan tim Densus meminta sejumlah uang supaya saya dibiarkan lolos. Secara saya dicurigai berkomplot dengan teroris. Kerjanya tim Densus, kalau disinyalir ya … langsung digrebek dan diinterogasi. Ini kok main sogok segala?

Maka dari itu, sebaiknya dihiraukan saja isi pesan tersebut. Nggak penting!

Modus penipuan selalu terjadi dimana-mana. Maka dari itu, Anda sebaiknya hati-hati mengingat sudah banyak yang terjebak dengan modus penipuan tersebut. Tidak tanggung-tanggung kerugian yang didapatkan sangat besar jika sampai terjebak.

Maka dari itu, telitilah membaca informasi/pesan yang didapat. Jangan langsung percaya, telaah dan pertimbangkan secara matang terlebih dahulu.

Leave a Reply