Home / Pengembangan Diri / 8 Cara Sederhana Menghilangkan Rasa Iri Hati
8 Cara Sederhana Menghilangkan Rasa Iri Hati

8 Cara Sederhana Menghilangkan Rasa Iri Hati

Manusia dapat melakukan kejahatan tanpa ada rasa bersalah di hatinya. Sesama manusia dapat saling memfitnah bahkan saling menjatuhkan dengan cara yang keji. Semua itu karena ada rasa iri hati di dalam hatinya. Maka dari itu, sebaiknya kita sebagai manusia, menghilangkan rasa iri hati di dalam hati. Kenapa demikian? Karena iri hati itu tidak baik.

Memang diakui, menghilangkan rasa iri hati bukanlah perkara mudah. Apalagi iri hati itu telah menumpuk dalam waktu sekian lama. Tentu saja akan sangat sulit dihilangkan. Maka dari itu, jika ada iri hati sedikit saja, maka sebaiknya hilangkan rasa itu.

Oh ya, iri hati bedalah dengan cemburu. Jika cemburu, mampu membangkitkan hati untuk menjadi lebih baik, sebaliknya iri hati, mampu membangkitkan hati menjadi lebih buruk.

Menghilangkan Rasa Iri Hati

Tanpa mempersingkat kata, berikut 8 cara sederhana menghilangkan rasa iri hati.

1. Kuatkan hati

Tahukah Anda, iri hati menyerang ketika hati lemah. Hati yang lemah sangat mudah untuk diutak-atik. Maka dari itu, sebaiknya kuatkan hati, jangan goyah terhadap apapun.

Memang susah. Melihat seseorang yang sukses, jika dilihat kerja kerasnya, diri ini lebih bekerja kerasa daripada dia. Kenapa dia yang sukses daripada diri ini? Tentu saja itu membuat iri hati.

Namun, kesuksesan seseorang bukan hanya dilihat dari kerja keras. Itu hanyalah satu faktor saja. Maka dari itu, berusahalah berpikir positif. Kuatkanlah hati, dengan demikian, hati tidak akan mudah diutak-atik.

2. Dekatkan diri kepada Tuhan

Hati ini tidak mudah goyah jika diri dekat kepada Tuhan. Maka dari itu, untuk menghilangkan rasa iri hati maka dekatkan diri kepada Tuhan.

Ketika diri dekat dengan Tuhan, maka hati ini senantiasa untuk melihat kebenaran. Kepekaannya melihat kebenaran akan semakin terasah. Karena, ketika dekat dengan Tuhan, maka kebenaran akan selalu mengikuti.

Iri hati adalah sesuatu yang sangat buruk. Bukan hanya bagi diri sendiri, tapi demi orang lain juga. Dengan iri hati, manusia mampu melakukan apa saja, agar sifat iri hati terpuaskan, termasuk melakukan kejahatan. Maka dari itu, bentengilah iri hati itu dengan dekat kepada Tuhan.

3. Segarkan pikiran

olahraga

Menghilangkan rasa iri hati selanjutnya adalah dengan menyegarkan pikiran. Loh? Kok bisa? Ya … sekali-kali pergi liburan, untuk sekadar menjauhkan pikiran dari beban stress. Stress juga mampu membangkitkan iri hati loh. Karena stress membuat otak menjadi kalut, dengan demikian, fungsi akal menjadi turun.

Apalagi melihat tekanan pekerjaan atau pendidikan yang sangat ketat. Salah sedikit saja, maka kesempatan melayang. Tentu saja stress semakin menumpuk. Belum lagi melihat rekan sejawat menjadi lebih sukses. Padahal dia bukan apa-apanya dibanding diri, tentu awalnya adalah cemburu. Berusaha untuk menjadi yang terbaik. Tapi lama-kelamaan akan menjadi iri hati.

Maka dari itu, manfaatkanlah waktu liburan semaksimal mungkin. Tidak usah pergi ke tempat mewah dengan pemandangan wah. Sempatkan diri berkumpul bersama keluarga, itu adalah cara menyegarkan pikiran yang cukup efektif, jika keluarga harmonis ya.

4. Jujurlah pada diri sendiri

Pernahkah Anda merasa lebih pintar dari seseorang, Anda lebih segalanya, seharusnya Anda yang lebih sukses daripada dia. Tapi kenyataannya, Justru dia lah yang lebih sukses. Tapi, Anda menyadari kesalahan Anda. Dia jujur dalam bekerja, makanya dihargai. Sedangkan Anda, Anda tidak jujur, sesekali menggunakan berbagai alasan agar bebas dari pekerjaan. Maka wajar dia sukses. Anda tahu kesalahan Anda tapi tidak mengakuinya.

Inilah yang menjadi sumber iri hati berikutnya. Kenapa? Awalnya sadar sih kesalahan diri sendiri. Tapi diri akan mencari-cari alasan lain untuk membenarkan kesalahan itu. Sehingga, seiring berjalannya waktu, lama-kelamaan diri jadi tidak tahu tentang kesalahan sendiri. Yang ada akhirnya menyalahkan orang lain. Dampaknya, iri hati merajalela dan akan mengambil alih hati.

Inilah yang berbahaya jika tidak jujur kepada diri sendiri. Karena tentu akan selalu menyalahkan orang lain. Walaupun diri ini salah, tapi selalu menyalahkan orang lain. Dalam pikiran, orang lain selalu salah, orang lain tidak pernah benar, diri sendirilah yang selalu benar. Sehingga, selain iri hati akan muncul, sifat egois juga akan muncul.

5. Hilangkan sifat sombong

Sombong? Itu adalah sifat yang akan menghancurkan hidup, tidak ada kebaikan yang ada di dalam sifat itu. Sombong berarti memandang diri sendiri yang paling benar, berkuasa, lebih dari segalanya, sehingga siapapun yang kehidupannya berada dibawah, tidak akan dipandang dan dianggap sebagai orang rendahan. Sungguh sifat yang tidak baik. Dan juga, karena memandang diri sendiri adalah lebih dari yang lain, ketika orang lain bangkit dan mengalahkan diri sendiri, maka muncullah yang namanya iri hati.

Maka dari itu, menghilang sifat iri hati itu dengan janganlah bersifat sombong. Mulailah memupuk sifat rendah hati. Tidak ada gunanya dengan memupuk sifat sombong. Toh, tidak ada yang disombongkan, apalagi dibanggakan dari diri sendiri. Semua itu hanyalah titipan saja, bisa saja diambil sewaktu-waktu tanpa disadari. Anda lebih kaya, rumah dimana-mana, jika terjadi kebakaran, hanya dalam waktu tiga puluh menit, semua rumah Anda akan habis menjadi abu. Anda punya pekerjaaan dengan jabatan tinggi, hanya dengan tanda tangan sederhana, Anda berhenti bekerja. Jauhilah sifat sombong, tidak ada gunanya. Sombong mampu membangkitkan iri hati.

6. Mulailah terima hidup

Sekarang harta Anda tidak seberapa, mulailah menerimanya, jangan menyangkalnya. Si dia lebih baik daripada Anda, terimalah, jangan mencari alasan lain yang membuat Anda benar.

Iri hati muncul karena diri tidak dapat menerima hidup, maka dari itu, untuk menghilangkan rasa iri hati, terimalah hidup yang sekarang sembari bekerja keras demi memperbaiki hidup.

Terima hidup di sini maksudnya adalah, menerima keadaan sekarang. Jangan menyalahkan hidup, jangan menganggap takdir itu buruk. Pasti ada alasan lain, mengapa saat ini Anda hidup seperti ini. Tapi, tidak lupa pula berjuang memperbaiki hidup. Banyak yang sudah berhasil menerima hidup, tapi tidak mau berjuang memperbaiki hidup, kalau ini sudah salah.

7. Jangan terlalu lihat ke atas

Boleh sih melihat ke atas, karena nantinya akan memotivasi Anda untuk hidup lebih baik. Misal, si dia berhasil karena sifatnya yang jujur. Maka dengan melihat si dia yang jujur, Anda pun temotivasi untuk bersikap jujur.

Tapi, jika dengan melihat ke atas menimbulkan rasa iri hati, sebaiknya jangan deh. Mendingan melihat ke bawah, agar diri ini senantiasa bersyukur dan menerima hidup. Karena masih banyak yanvebih parah dari keadaan diri sekarang.

8. Bersyukur

lihatlah ke bawah dalam masalah harta

Sebenarnya inilah inti dari menghilangkan rasa iri hati, karena bersyukur mampu menghilangkan rasa iri hati. Setiap hidup pasti banyak sekali nikmat yang didapat, maka, sepatutnya bersyukur atas nikmat tersebut.

Orang lain lebih sukses, janganlah iri hati, bersyukurlah karena masih banyak yang tidak lebih baik dari Anda.

Bersyukur juga mampu mendekatkan diri kepada Tuhan. Hati jadi senantiasa untuk dekat dengan kebenaran. Bersyukur juga mampu memupuk sifat untuk selalu jujur terhadap diri sendiri.

Baca juga: gagal dalam hidup itu biasa tapi bangkit dari kegagalan itu luar biasa

Demikian 8 cara sederhana menghilangkan rasa iri hati. Iri hati itu mampu membuat hidup menjadi buruk, maka jauhilah iri hati. Anda tidak mau kan, hidup Anda menjadi buruk?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *