Home / Kisah Inspiratif / Kisah Semut Tentang Kerjasama dan Berbagi Ilmu
Kisah Semut Tentang Kerjasama dan Berbagi Ilmu

Kisah Semut Tentang Kerjasama dan Berbagi Ilmu

Sekelompok semut sedang melakukan perjalanan. Mereka akan mencari sumber makanan terdekat. Bukan karena mereka lapar namun untuk menyimpan makanan di sarang mereka. Semut adalah binatang yang sangat suka menyimpan makanan. Mereka akan berusaha keras mencari makanan lalu menyimpannya. Memang sih, ketika dilanda krisis para semut tidak akan kesulitan karena memiliki cadangan makanan yang banyak.

Semut pertama yang sebagai pemimpin disebut semut 1. Semut kedua adalah semut 2, begitulah seterusnya hingga semut yang terakhir adalah semut 100. Mereka berjalan dengan rapi sekali.

Satu meter keluar dari sarang, tidak ada yang melihat mereka pergi. Seluruh teman dan sanak keluarga para semut 1 sampai 100 juga sibuk dengan urusan masing-masing. Para teman dan keluarga semut 1 sampai 100 berharap mereka akan selamat sampai tujuan.

“Baiklah, untuk memulai ekspedisi kali ini. Kita akan berjalan ke arah timur,” kata semut 1 dengan gagahnya. Para semut yang lain mengangguk setuju. Mereka sangat turut dengan pemimpin mereka.

Semut 1 yang sebagai pemimpin tidak akan mengkhianati kepercayaan yang telah mempercayainya. Dia menyadari betapa besarnya tanggung jawab yang dia emban.

Semut 1 mulai memimpin perjalanan. Dia mengeluarkan cairan khusus yang hanya bisa dibaca oleh para semut. Hal ini bertujuan untuk memudahkan anggotanya. Para semut yang lain pun bergerak sesuai petunjuk yang diberikan ketuanya.

Mereka berbaris dengan rapi sekali. Terlihat jelas dari kejauhan kalau mereka adalah semut terlatih. Namun sebenarnya mereka bukanlah sering berlatih masalah baris berbaris. Mereka hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh pemimpin mereka. Gerakan kaki dan hati mereka sama dengan pemimpin mereka. Sang pemimpin juga melihat anggotanya. Dia menyadari kalau anggotanya mengikuti dia, karena hal itu dia berjalan dengan hati-hati agar anggotanya mampu mengikuti diri dia.

Semut 1 tiba-tiba mencium sebuah bahaya. Dia mencium sebuah cairan kimia yang mampu membahayakan para semut. Walaupun jaraknya masih sangat jauh, namun salah satu kemampuan semut adalah mampu mendeteksi aroma dengan sangat tajam. Semut 1 mulai memikirkan jalur mana yang harus dia pilih.

“Kalau aku melalui jalur kiri, apakah anggotaku akan aman? Kalau aku memilih jalur kanan bagaimana? Kalau aku memilih untuk terus lurus, itu tidak akan berdampak baik.”

Si semut 1 memikirkannya sambil berjalan. Hingga dia memutuskan untuk mengambil jalur kanan. Karena di jalur kiri, dia merasakan ada benda logam yang akan menghalangi perjalanan mereka. Ini juga salah satu kelebihan dari semut, mereka mampu mendeteksi benda-benda yang mampu menghalangi perjalanan mereka.

Sebenarnya para anggota semut juga mengetahui akan bahaya, namun mereka tidak bicara. Karena mereka percaya dengan pemimpin mereka.

Para semut melanjutkan perjalanan mereka. Untuk setengah perjalanan masih aman belum terlihat marabahaya yang menanti. Di ujung mata memandang ada sebuah bongkahan gula. Gula tersebut telah jatuh di lantai dan mungkin telah dilupakan. Pemimpin semut mulai memikirkan sesuatu. Dia memikirkan bagaimana cara dia mengambil makanan tersebut dan memikirkan apakah ada pemangsa lain yang menunggu mereka.

Akhirnya para semut pun mengambil bongkahan gula tersebut walaupun tidak seutuhnya mereka mengambil karena perbedaan ukuran. Mereka bergotong royong untuk membawa bongkahan batu tersebut. Namun di tengah perjalanan pulang mereka didatangi oleh mangsa.

Sebuah makhluk yang tingginya lebih tinggi dari ukuran mereka, mungkin tanpa sadar akan menginjak seluruh tubuh mereka. Si pemimpin memikirkan bagaimana caranya selamat, para anggota mengikuti pemimpin. Mereka berjuang keras sekali memikirkan jalan keluar dari masalah tersebut semua itu hanya untuk bertahan hidup. Beruntung hanya luka kecil yang mereka dapat. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.

Di perjalanan selanjutnya, mereka bertemu dengan rombongan semut lainnya. Para semut berhenti sejenak setiap berhadapan dan menempelkan kepala mereka. Sebenarnya mereka tidak menempelkan kepala mereka. Mereka hanya bertukar informasi.

“Informasi dariku, hari-hari di jalan X, di situ bahaya. Ada makhluk yang lebih besar dari ukuran kita yang tanpa sengaja akan menginjak tubuh kita. Oh ya, di sana dekat dengan sumber makanan. Kami tidak dapat membawa semua bongkahan gula tersebut. Tolong bantuannya,” kira-kira seperti demikian isi informasi yang diberikan para semut 1 sampai 100 ke rombongan semut lain. Sehingga rombongan semut tersebut akan lebih berhati-hati, memanfaatkan informasi yang mereka dapat dan berusaha untuk mengambil bongkahan gula tersebut.

Para semut 1 melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mereka sampai di sarang mereka. Mereka satu per satu menempelkan kepala mereka, saling memberikan informasi kepada semut lain. Sehingga para semut membentuk lebih banyak rombongan untuk membawa bongkahan gula tersebut.

Semut 1 sampai 100 memang sudah menyelesaikan pekerjaan mereka. Mereka beristirahat sejenak, setelah beristirahat, mereka berjalan lagi melanjutkan perjalanan untuk mengambil bongkahan gula tersebut.

Para rombongan semut kini berjumlah banyak sekali. Mereka tahu kalau tubuh mereka kecil. Hanya dengan bekerja sama mereka akan mampu bertahan hidup. Para rombongan semut mengikuti pemimpin mereka di depan.

Tiba-tiba jalur akses mereka mengikuti pemimpin terputus. Sebuah logam entah darimana arahnya tiba-tiba memotong barisan mereka. Semut di barisan depan terus berjalan sedangkan semut barisan belakang berhenti sejenak namun meneruskan perjalanan kembali. Mereka memutuskan jalan memutar dan mempercepat langkah mereka hingga akhirnya mereka mencapai rombongan barisan depan.

Mereka menemukan bongkahan gula, mereka pun satu per satu membawa bongkahan tersebut. Gula itu begitu besar, jika satu semut berusaha membawa bongkahan tersebut tidak akan berhasil atau meskipun berhasil membutuhkan waktu lama untuk mencapai sarang. Namun dengan bekerja sama, bongkahan gula tersebut dengan mudahnya dibawa menuju sarang.

Setelah mereka membawa bongkahan gula tersebut seutuhnya, para semut beristirahat sejenak lalu pergi mencari sumber makanan lain. Begitulah yang mereka lakukan hingga malam pun tiba. Ketika malam, mereka akan tinggal di sarang mereka, menikmati sedikit dari hasil makanan yang mereka dapat. Sebagian kecil dikonsumsi dan sebagian besar disimpan, untuk menghadapi masa sulit nantinya.

Semut bertubuh kecil sekali namun mereka tidak menyerah. Dengan bekerja sama mereka mampu mengalahkan segalanya. Mereka mampu bertahan untuk terus hidup menghadapi dunia yang kejam ini. Mereka juga tidak pelit akan informasi. Mereka berbagi informasi selama perjalanan ke semut yang lain.

Mereka saling membantu satu sama lain. Tidak pelit informasi, membantu sama lain, bekerja sama, dan hemat banget. Mereka berusaha mencari makanan namun mereka tidak menghabiskan makanan mereka. Sebagian makanan disimpan untuk menghadapi musim yang tidak terduga. Jika terjadi musim yang berbahaya, para semut lebih memilih tinggal di dalam sarang mereka dan menikmati makanan yang telah mereka simpan.

***

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah semut tentang kerjasama dan berbagi ilmu sangatlah banyak. Untuk mencapai kesuksesan, kita seharusnya menjalin kerjasama dengan orang lain. Karena seyogyanya kita tidak akan mampu bekerja segala hal sendiri. Kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita. Saling tolong menolong maka akan mendatangkan kesuksesan.

Janganlah pelit ilmu, bagilah ilmu tersebut karena ilmu tersebut akan sangat berguna jika dibagikan. Bagilah ilmu yang diperoleh ketika kita lagi susah, senang, berjuang, sedih, karena hal tersebut akan menambah ilmu kita juga selain menambah ilmu orang lain. Ketika berbagi ilmu, ilmu yang kita miliki akan semakin bertambah beberapa kali lipat. Dengan menyampaikan ilmu kita juga terkadang mendapat ilmu pengetahuan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *