Home / Motivasi Cinta / Kenapa PDKT itu Lebih Indah daripada Menjadi Kekasih?
Kenapa PDKT itu Lebih Indah daripada Menjadi Kekasih

Kenapa PDKT itu Lebih Indah daripada Menjadi Kekasih?

Pada masa PDKT, segalanya tampak indah. Si dia juga tampak begitu sempurna, tidak ada kekurangan darinya sedikitpun. Bahkan kekurangan baginya itu terasa kelebihan baginya. Si dia cerewet, ketika dia cerewet tampak sangat manis. Tapi, ketika sudah menjadi kekasih, cerewet dia itu tampak mengganggu. Kenapa PDKT itu lebih indah daripada menjadi kekasih?

Mungkin Anda juga merasakan demikian. Ketika PDKT tampak sangat indah. Dunia serasa milik berdua. Ingin rasanya berada di dekat si dia. Segala hobi bisa ditinggalkan demi dia. Namun ketika telah menjadi kekasih, lebih mementingkan hobi daripada kekasihnya.

Kadang sebal juga sih. Pada waktu PDKT sifatnya manis banget. Pas sudah menjadi kekasih, dimana sifat yang manis itu? tidak terlihat sama sekali. Pada waktu PDKT, penampilan sangat diperhatikan. Namun setelah menjadi kekasih, penampilan tidak begitu diperhatikan.

Kenapa PDKT lebih indah?

Setidaknya ada 5 alasan menjawab kenapa PDKT itu lebih indah daripada menjadi kekasih.

1. Sifat asli belum terlihat pada saat PDKT

Ya banget nih, pada PDKT itu rata-rata sifat palsu, semuanya dipermanis agar terlihat menarik. Dia melihat Anda suka kucing, lalu di tuh pura-pura suka kucing. Memegang dan mengelus kucing, seolah-olah dia adalah pecinta kucing level pro. Anda yang suka kucing tentu menjadi tertarik dengan dia. Eh, tidak tahunya setelah menjadi kekasih, ternyata dia tidak begitu suka kucing. Suka sih, tapi tidak suka dengan bulunya.

Ada lagi yang sampai mengubah sifat seratus delapan puluh derajat. Dia yang awalnya tidak suka belajar. Baru buka buku saja sudah pusing kepala dia. Kebetulan target PDKT adalah anak Perpustakaan, yang mana sehari-hari membaca buku di Perpustakaan. Pura-pura tuh membaca buku di Perpustakaan. Pakai acara serius lagi, raut wajah serius namun di dalam hatinya, “Aduh, ini tulisan apa lagi?” target PDKT tentu tertarik karena melihat si dia suka baca buku. Setelah menjadi kekasih, langsung deh mencari alasan agar tidak pergi ke Perpustakaan.

Memang demikianlah salah satu alasan mengapa PDKT itu lebih indah. Pada saat PDKT kita kebanyakan menggunakan topeng, sangat sulit untuk menjadi diri sendiri. Dan lagi, agar terlihat menarik, terpaksa menggunakan topeng.

Apakah ada orang yang PDKT tidak menggunakan topeng?

Tentu saja ada, dan dia adalah tipe kekasih yang sangat beruntung. Karena dari awal memang tidak ada yang disembunyikan. Pada saat sudah menjadi kekasih tidak ada yang dikejutkan. Segala hal telah ditunjukkan pada saat PDKT.

2. Si dia sudah tidak penasaran lagi

bersabar dengan memaafkan

Salah satu kenapa pria jatuh cinta adalah awal mula dia penasaran. Awalnya sih penasaran, eh kok wanita ini begitu manja ya? Padahal dia sehari-hari tampak kuat. Pada saat sendirian tampak manja banget. Jadi penasaran nih. Iya, dari penasaran lama-lama turun ke hati menjadi jatuh cinta. Terus berusaha menjadi kekasih hatinya. Setelah menjadi kekasih, mulai deh menghilang. Ternyata jawaban atas penasaran dia sudah terjawab, penasaran sudah terjawab, cinta juga semakin luntur.

Oh ya, kadang karena penasaran menimbulkan kesabaran yang luar biasa. Misalnya si pria penasaran kenapa si wanita tuh kerjanya lambat sekali. Mulai deh melakukan proses pendekatan untuk mengetahuinya. Nah, walaupun dalam hati si pria itu terus memberontak karena lambatnya wanita ini. Namun dia berusaha terlihat sabar banget, plus senyuman lagi.

Sebenarnya bukan hanya pria saja sih. Wanita juga demikian. Karena hal itu, pria misterius selalu menjadi incaran kebanyakan wanita. Karena mereka penasaran dengan pria tersebut. Setelah rasa penasaran itu hilang, jadi biasa saja deh.

Eh jangan kecil hati dulu. Ada loh yang berawal dari rasa penasaran menjadi cinta sejati, ada, banyak malah. Hal ini memang tidak dapat diprediksi. Namun, pastinya berbeda banget tuh rasanya PDKT dan cinta sejati. Pasti lebih indah PDKT tuh.

3. Pada saat PDKT harap maklum

Kenapa PDKT itu lebih indah daripada menjadi kekasih? Alasan ketiga karena semuanya harap maklum.

“Maaf ya aku terlambat,” padahal janjian pukul 12.00 tapi baru datang pukul 15.00, wah, karena berapa jam tuh.

Terus si dia berkata dengan senyuman, “Iya tidak apa-apa. Aku baru datang kok,” iya baru datang. Baru datang pukul 12.00 tadi dan telah menunggu kurang lebih 3 jam lamanya. Kaki dah pegal nih.

Atau si wanita yang lama banget melakukan dandan. Mungkin agar terlihat cantik menawan. Si pria dengan sabar menunggu si wanita dandan. Padahal dalam hatinya terus saja berteriak, “Kok lama banget!”

Jadi, pada saat PDKT semuanya harap maklum. Karena memang ingin menunjukkan yang terbaik. Sehingga secara tidak sadar semuanya menjadi maklum. Apa-apa yang salah menjadi harap maklum.

Tapi itu berbeda setelah menjadi kekasih. Tidak ada lagi harap maklum. Kesabaran telah menunjukkan jati dirinya. Jika pada saat PDKT masih dimaklumi janjian karet 3 jam lamanya. Setelah menjadi kekasih, tidak boleh terlambat 1 menit, harus tepat waktu. Atau karena melihat kekasih wanitanya yang lama banget dandan, kesabaran sudah hilang. Ditinggal tuh kekasihnya ditinggal tidur.

4. Segala tempat indah dikunjungi saat PDKT

Mau itu tempat romantis berdua, restoran romantis, atau sekadar duduk di teras rumah wanita sambil memandang rembulan, hal ini sudah dilakukan pada saat PDKT. Makanya begitu indah pada saat pendekatan.

Pada saat menjadi kekasih, semua kegiatan untuk berjalan berdua perlahan tapi pasti semakin berkurang. Tidak lagi sesering waktu masa pendekatan. Pada masa pendekatan, malam minggu wajib yang namanya menemui gebetan. Tapi setelah menjadi kekasih, malam minggu wajib menyalurkan hobi.

Emang demikian ya?

Hmm, nggak semua sih. Masih banyak juga kok ketika menjadi kekasih sering mengunjungi tempat romantis berdua. Sebenarnya sih ini tergantung orangnya, hehe. Tapi memang kebanyakan demikian….

5. Tidak ada melarang saat PDKT

agar tidak diremehkan orang lain

Kenapa PDKT itu lebih indah daripada menjadi kekasih? Alasan kelima karena tidak ada larangan pada saat proses pendekatan.

Ini dia kelebihan dari PDKT, tidak ada yang berani melarang. Padahal tuh di pria sudah cemburu berat melihat wanita gebetannya dekat dengan pria lain yang lebih tajir dan ganteng dari dirinya. Namun tidak mungkin dilarang, dia siapa? Tapi setelah menjadi kekasih lain lagi ceritanya.

Atau karena sikap cemburu wanita yang terkadang begitu lucu pada saat PDKT. Dia berusaha menyembunyikan kecemburuan dirinya, namun tidak bisa disembunyikan. Selalu saja terlihat. Begitulah wanita ketika jatuh cinta, mudah banget cemburu dan tidak bisa disembunyikan.

Pada saat PDKT tidak ada melarang, bebas. Tapi setelah menjadi kekasih, mulai deh ditegakkan aturan tidak tertulis. Tidak boleh dekat si ini, tidak boleh dekat si itu. Tidak boleh melirik wanita lain, tidak boleh … tidak boleh … tidak boleh … pokoknya banyak banget deh tidak boleh.

Memang pada saat menjadi kekasih, sedikit kebebasan terhambat. Karena ada kekasih yang berusaha mengatur semuanya. Iya sih, kebanyakan apa yang dia atur itu untuk kebaikan sih, hehe.

Namun aturan itu perlu dijaga, sehingga tidak mengekang. Karena kalau sampai mengekang, membuat hubungan percintaan tidak lagi indah, tapi sangat suram.

Penutup

Kenapa PDKT itu lebih indah daripada menjadi kekasih? Ya karena inilah itulah, pokoknya ada beberapa alasan. Dan perlu diketahui, hal tersebut memang wajar. Jangankan menjadi kekasih, teman saja demikian. Teman pada awal kenal sih terlihat baik. Setelah akrab banget, baru deh kelihatan sosok aslinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *