Home / Motivasi Cinta / Kenapa Laki-Laki Mudah Bosan Saat Menjalin Hubungan?
Kenapa Laki-Laki Mudah Bosan Saat Menjalin Hubungan

Kenapa Laki-Laki Mudah Bosan Saat Menjalin Hubungan?

Pada waktu awal-awal PDKT nih atau awal menjalin hubungan, laki-laki adalah pihak yang paling gencar dan paling menunjukkan kasih sayangnya. Kalau perempuan sih terlihat biasa saja. Bahkan, si laki-laki rela melakukan apa saja demi perempuan yang dia cintai. Eh, ternyata setelah beberapa bulan menjalin hubungan, tiba-tiba si laki-laki sudah bosan. Bukan hanya satu laki-laki yang demikian, mungkin hampir sebagian besar laki-laki mudah bosan. Kenapa laki-laki mudah bisan saat menjalin hubungan?

Kadang sebagai perempuan sebal dengan kelakuan laki-laki. Siapa yang duluan memulai hubungan, eh dia pula yang berinisiatif mengakhiri. Setelah hubungan berakhir, eh dapat memulai hubungan yang baru dengan waktu cepat.

Ngomong-ngomong kenapa laki-laki mudah bosan saat menjalin hubungan? Apakah ini memang sifat alami laki-laki? Atau karena ada faktor tertentu yang menyebabkan dia mudah bosan?

Alasan Laki-laki Mudah Bosan Saat Menjalin Hubungan

Baiklah tanpa mempersingkat kata, berikut beberapa alasan kenapa laki-laki mudah bosan saat menjalin hubungan.

1. Laki-laki merasa dikekang

Sudah sewajarnya sih si perempuan memiliki sifat cemburu. Namanya cinta, kalau cinta tanpa cemburu itu bukan cinta. Nah, terkadang sifat cemburu dari si perempuan ini tidak dapat dikontrol dengan baik. Hingga menimbulkan kerugian pada perempuan.

Si Santi cemburu banget nih. Kekasihnya si Budi ganteng banget dan banyak juga perempuan lain yang suka. Si Santi mulai membatasi gerak si Budi. Kalau mau kemana-mana, si Santi harus ikut. Bahkan, ketika si Budi ingin pergi sendirian saja, Santi harus ikut.

Kalau seperti ini, laki-laki merasa dikekang. Dia menjalin sebuah hubungan bukan untuk dikekang, namun untuk menghadirkan kasih sayang. Ditambah Budi ini bukan orang yang setia dan juga bukan orang yang suka menyelesaikan masalah. Budi lebih suka kabur dari masalah daripada diselesaikan.

Hingga akhirnya, Budi pun mencari-cari alasan untuk putus. Dia tidak ingin dikekang, dia ingin bebas, tapi dia juga tidak mau bicara baik-baik dengan Santi.

2. Laki-laki merasa tidak ada ruang privasi

Siapapun orangnya, butuh yang namanya privasi. Pasti ada satu atau dua hal yang tidak boleh disharing kepada orang lain ,termasuk ke pasangan sendiri. Nah, terkadang ketika menjalin sebuah hubungan, si laki-laki merasa tidak ada lagi ruang privasi.

Ya mungkin Dwi ingin terus berada di samping Dani. Kemanapun Dani berada pasti ada Dwi yang menemani. Bahkan, ketika Dani sedang berkumpul dengan sahabatnya, Dwi pun ikut. Ketika Dani ingin menyalurkan hobinya, Dwi menemani. Padahal hobi Dani adalah mengumpulkan action figur.

Diperparah si Dwi kadang marah gitu melihat tingkah Dani yang dengan mudahnya menghamburkan uang demi hobinya. Padahal sewaktu Dani jomblo, tidak ada yang melarang. Lama-kelamaan Dani otomatis bosan dengan Dwi.

3. Karena ada perempuan lain

Kalau hal ini memang tidak usah dipertanyakan lagi. Kalau memang sudah ada perempuan lain yang mengisi hatinya, dan si perempuan itu lebih segalanya daripada pasangannya. Otomatis deh si laki-laki berusaha mencari alasan untuk mengakhiri hubungan. Atau dia berusaha mempertahankan, iya dia selingkuh. Dia tidak menunjukkan rasa cinta kepada pasangannya, tapi rasa bosan.

Memang wajar sih, ketika menjadi kekasih, penampilan orang yang dia cintai akan berubah. Sebelum menjadi kekasih dia begitu cantik, namun setelah menjadi kekasih kok cantiknya luntur ya?

Si perempuan bukannya tidak suka mempercantik diri. Namun memang sifat alami manusia demikian. Ketika manusia tidak memiliki sesuatu, dia akan sangat menginginkan sesuatu itu dan di matanya sesuatu itu tampak indah. Namun, ketika dia telah memilikinya, sesuatu itu terlihat biasa saja.

Awalnya sih si Dani melihat Dwi begitu cantik, belum menjadi kekasih. Setelah menjadi kekasih, Dwi terlihat biasa saja. Dani justru melihat Santi sangat cantik. Iya memang si Dani ini bukan tipe setia. Dia selingkuh atau putus.

4. Ada masalah yang tidak terselesaikan

tidak bahagia

Seharusnya kalau ada masalah dengan pasangan, bicarakan dengan baik-baik. Jangan sampai tersulut emosi. Pikiran tenang dulu. Iya sih, si pihak laki-laki harus bisa mendamaikan suasana. Bicarakan apa yang ada di dalam hati dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Saling memperbaiki diri demi kelangsungan suatu hubungan.

Namun banyak kok yang ketika ada masalah, pertama itu marah-marah. Pokoknya bawaannya marah saja. Maunya menang sendiri. Kalau perempuan ingin menang sendiri, hal ini memang tidak bisa dihindari. Namun kalau laki-laki ingin menang sendiri, kalau itu namanya bikin masalah.

Perempuan ingin menang sendiri, karena dia lebih mengedepankan perasaan. Sedangkan laki-laki yang lebih mengedepankan logika, seharusnya bisa mendamaikan keadaan. Membuat kekasihnya damai.

Masalah tersebutlah yang membuat hubungan berakhir. Masalah yang tidak bisa diselesaikan. Masing-masing pihak ingin menang sendiri dan saling menyalahkan. Oh ya, ada juga laki-laki egois, si perempuan sudah berusaha minta maaf, namun dia terus menyalahkan si perempuan dan dengan teganya mengakhiri hubungan begitu saja.

5. Si laki-laki merasa banyak tuntutan

Nggak boleh ini, nggak boleh itu. Harusnya ini, harusnya itu. Segala kebiasaan si laki-laki dirubah total oleh perempuan. Memang, sudah sifat alami si perempuan banyak menuntut. Menuntut agar kekasihnya menjadi orang yang lebih baik.

Namun, terkadang si perempuan tidak mampu menahan diri. Hingga akhirnya terlalu banyak menuntut. Bahkan sampai menuntut sebuah kado spesial yang super duper mewah. Kalau sudah seperti ini, si laki-laki bakal berpikir dua kali untuk melanjutkan hubungan.

Laki-laki tidak suka dituntut terlalu banyak. Karena hal itu, si laki-laki merasa bosan dengan kekasihnya. Kebebasan tidak lagi dia rasakan. Tidak ada lagi kasih sayang di dalam hatinya. Yang ada rasa ingin memutuskan hubungan.

6. Hubungan yang itu-itu saja

Pagi hari mengirim pesan bangun tidur. Siang hari saling berkirim pesan, kebetulan kerja di tempat yang berbeda. Malam hari saling bertelepon. Lalu pada malam minggu bertemu berdua, menghabiskan malam minggu di tengah keindahan malam.

Sudah, itu-itu saja sampai beberapa bulan bahkan tahun. Kalau hubungan yang itu-itu saja alias hubungan yang monoton, siapapun pasti akan bosan. Tidak hanya laki-laki, perempuan juga bakal terkena virus bosan.

Makanya dalam menjalin hubungan, disarankan nih sekali-kali memberikan surprise, menjahili pasangan, ataupun rekreasi di tempat baru.

7. Laki-laki takut berkomitmen

Ada laki-laki yang takut berkomitmen? Ada, bahkan banyak. Mereka sepertinya tidak mempunyai persiapan gitu. Hubungan itu hanyalah sebatas bermain saja, tidak lebih dari itu. Ketika ditanya akan kelangsungan hubungan ke arah yang lebih serius, dia seakan menghindari pertanyaan tersebut.

Kalau tipe laki-laki yang takut berkomtmen adalah laki-laki yang mudah bosan. Baginya perempuan itu hanyalah pengusir kebosanan saja, tidak lebih dari itu. Sehingga, kalau ada perempuan lain yang lebih cantik, dia akan tergoda.

Laki-laki macam ini juga dengan mudahnya melakukan selingkuh dan berkata putus seenak jidat. Bagi perempuan, jangan deh menghabiskan waktu bersama bersama laki-laki yang takut berkomitmen.

8. Laki-laki merasa terlalu nyaman hingga cinta pun memudar

Sudah menjadi rahasia umum, laki-laki melakukan PDKT kepada perempuan karena dia penasaran dan cinta. Kalau tidak karena itu, dia tidak akan melakukan PDKT dengan perempuan. Pertanyaannya, bagaimana kalau si laki-laki sudah tidak penasaran lagi dan cintanya memudar?

Jawaban yang paling logis adalah si laki-laki akan merasa bosan. Setelah itu, kalau dia tidak setia dia akan mencari perempuan lain yang membuat dia penasaran.

Bosan itu pasti ada. Apalagi di tahap sudah terlalu nyaman dengan pasangan, bagi laki-laki itu adalah hal yang membosankan. Namun, bagi laki-laki setia, meskipun dia bosan, dia akan mempertahankan hubungan karena dia tahu, hanya kekasihnya adalah harta terindah. Namun, bagi yang tidak setia sih lain lagi ceritanya.

9. Si laki-laki terlalu sibuk

Bisa gitu ya, si laki-laki terlalu sibuk sehingga dia bosan dengan perempuan kekasihnya? Bisa, bisa banget malah. Dia merasa dia lebih mementingkan pekerjaan daripada kekasihnya. Memang sih, bisa jadi dari kesibukan ini awal mula pertengkaran.

Dan juga, ketika si laki-laki terlalu sibuk, dia akan berpikir sebaiknya dia tidak mempunyai pasangan. Karena dia bisa lebih fokus kalau sendirian.

Atau bisa jadi, dia yang terlalu sibuk, sehingga dia melupakan kekasihnya. Iya, sibuk dengan perempuan lain maksudnya.

10. Kekasihnya terlalu cuek

9 Kegelisahan yang Biasa Dirasakan Introvert

Kalau yang namanya hubungan kekasih itu, saling memberikan perhatian, cinta, dan kasih sayang. Boleh cuek, tapi jangan terlalu cuek. Sudah tahu kekasihnya sakit, eh malah ditinggalin kekasihnya. Nggak ada salahnya juga kan menjenguk kekasih yang sedang sakit.

Jangankan laki-laki, perempuan juga akan bosan kalau kekasihnya terlalu cuek. Siapa sih yang ingin memiliki kekasih yang terlalu cuek. Bahkan memberikan kasih sayang terlalu sulit baginya.

11. Menjalani hubungan jarak jauh

Iya ini nih yang paling banyak kasus terjadi. Ketika dekat dengan si dia sih keadaan masih adem saja. Namun ketika berpisah beberapa ratusan kilometer, mulai deh melaksanakan ujian. Apakah hubungan tersebut akan bertahan atau kandas begitu saja.

Biasanya sih perempuan tahan dengan hubungan jarak jauh. Namun bagi kebanyakan laki-laki tidak demikian. Perempuan di kota lain yang jauh lebih cantik mampu membutakan matanya. Kasih sayang perempuan lain, walaupun kasih sayang kekasihnya lebih besar, namun tetap membutakan matanya.

Maka dari itu, kebanyakan bagi mereka yang mampu bertahan meskipun hubungan tersebut jarak jauh, biasanya langgeng banget. Karena mereka telah melewati rintangan yang sangat besar.

Penutup

Ada banyak alasan kenapa laki-laki mudah bosan saat menjalani hubungan. Namun, di antara alasan tersebut, menunjukkan satu petunjuk jelas. Kekasih Anda mudah bosan, berarti dia bukan yang terbaik untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *