Home / Motivasi Diri / Kenapa Kita Sering Menunda Sesuatu?
Apakah Kesuksesan Dilihat dari Harta Saja

Kenapa Kita Sering Menunda Sesuatu?

Apalagi bagi kaum muda, kadang kita merasakan demikian, kenapa kita suka sekali menunda-nunda, padahal entah kenapa gitu, kalau dikerjakan apa yang harus dikerjakan, selesai juga tepat waktu. Tapi entah kenapa suka sekali menunda.

Misal para mahasiswa, ada tugas makalah dari dosen, dikumpul minggu depan. Kalau malamnya dikerjakan, pasti selesai juga. Jadi minggu depan tidak ada masalah. Namun, entah kenapa gitu, sulit sekali dikerjakan pada saat malam itu juga. Asyik menunda-nunda, hingga hari H, baru deh dikerjakan.

Kalau disimpulkan, ada 3 poin kita sering menunda, yakni:

  • Dalam pikiran tenggat waktu masih lama.
  • Kita sibuk sesuatu yang lain.
  • Fokus kita teralihkan.

Jadi, apakah baik kita menunda-nunda?

1. Dalam pikiran tenggat waktu masih lama

Ada tugas yang harus dikerjakan dalam waktu satu minggu, nah dalam pikiran nih, “Satu minggu, masih lama lagi.” Jadinya nih malas banget mengerjakannya. Akhirnya, mulailah menunda-nunda.

Keesokan harinya, kita berpikir, “Ah, masih ada 6 hari lagi.” Gitu terus dalam pikiran “masih lama” sehingga ada alasan untuk terus menunda. Diperparah, kita tidak begitu serius mengenai tugas yang diberikan. Serius sih, tapi kalau dalam waktu terdesak saja.

Jadinya deh, mengerjakan sesuatu itu malas banget. Ingin terus ditunda-tunda. Atau ada juga nih alasan, belum dapat ide. Padahal, itu hanya alasan dia saja. Bilang saja kalau belum ada mood buat mengerjakannya.

2. Kita sibuk sesuatu yang lain

Nah inilah yang sering banget kita lakukan. Sudah berpikir tenggat waktu masih lama, kita sibuk sesuatu yang lain. Padahal sesuatu itu tidak begitu penting sebenarnya, namun dalam benak kita, itu sesuatu yang sangat penting.

Misalnya kita ketagihan menonton serial TV. Apa salahnya sih, kerjakan dulu tugas baru ngebut nonton serial TV. Tapi yang ada tidak demikian, nonton dulu serial TV sampai selesai, tugas nanti saja dikerjakan.

Selesai serial TV, nonton lagi serial yang lain. Gitu terus sampai tiba saatnya pengumpulan tugas, Baru deh berpikir keras. Mulai deh melakuakan drama, “Kenapa tidak seminggu yang lalu dikerjakan?”

Ada juga yang sibuk main-main mulu. Hingga tanpa sadar dia dihadapkan pada tugas. Otak yang sudah segar karena baru selesai main-main, dipaksa stress.

3. Fokus kita teralihkan

Selagi asyik mengerjakan tugas, tiba-tiba nih ada pesan dari teman. Setelah dilihat pesannya, balas dulu deh, biar jangan sombong gitu kesannya. Eh, datang lagi pesan, balas lagi. Datang lagi pesan, balas lagi. Gitu aja terus, hingga tugas dilupakan. Keesokan harinya, dah niat nih fokus mengerjakan tugas, eh ada pesan dari doi, hilang fokus kepada tugas. Yang ada fokus kepada doi.

Atau ketika mengerjakan tugas, kebetulan butuh akses internet. Tab pertama di browser sih mengenai tugas. Namun, tab kedua, ketiga, keempat itu bisa sosial media, hiburan, berita. Hingga akhirnya, pikiran teralihkan ke media sosial atau hiburan. Akhirnya nganggur deh tugas. Yang ada kita senyum-senyum atau penasaran akan media sosial atau hiburan.

Kesimpulan

Kesimpulan kenapa kita sering menunda-nunda sebenarnya karena pikiran teralihkan. Kita ingin mengerjakan sesuatu, pikiran teralihkan, berpikir masih lama. Ingin mengerjakan sesuatu, pikiran teralihkan akan pekerjaan lain yang lebih santai dan menyenangkan. Ingin mengerjakan sesuatu, pikiran teralihkan karena notifikasi smartphone atau internet. Sehinga terus saja menunda dan menunda.

Maka banyak banget tuh orang menyarankan kalau mengerjakan tugas tuh, sebaiknya di tempat yang sepi yang pikiran tidak teralihkan. Apalagi tugas/pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *