Home / Motivasi Cinta / Jomblo itu Menyakitkan? Tidak Juga Justru Sebaliknya
lihatlah ke bawah dalam masalah harta

Jomblo itu Menyakitkan? Tidak Juga Justru Sebaliknya

Nggak tahu deh, istilah jomblo ini begitu menyedihkan di mata zaman sekarang ini. Sepertinya jomblo itu adalah orang yang pantas untuk diremehkan. Bisa kita lihat betapa banyaknya perkataan yang kalau diperhatikan menyakiti kaum jomblo, ok ini hanya didramatisasi saja.

Pacar, rasanya setiap remaja ingin punya pacar. Bohong ada remaja yang mengatakan kalau dirinya tidak ingin punya pacar. Namun, apakah memang pacaran itu memberikan manfaat yang luar biasa? Kalau untuk meningkatkan status sih bisa sih meningkat, cuman status di atas kertas doang.

Orang yang semasa remajanya tidak pernah pacaran saja, terkadang ingin pacaran. Namun, ada dua kemungkinan dia tidak memiliki pacar.

  • Tidak ada yang suka dengannya.
  • Menahan diri agar tidak pacaran.

Untuk poin pertama “tidak ada yang suka dengannya” ini tidak usah dibahas lagi. Sudah jelas kenapa dia tidak mau pacaran. Mau di cari pacar sampai ke ujung dunia sekalipun, kalau tidak ada yang suka, ujungnya nggak dapat pacar juga. Syukur ditolak, kalau dimanfaatin, lebih menyakitkan lagi.

Namun untuk poin kedua ini “menahan diri agar tidak pacaran” ini baru dirasa penuh perjuangan. Dimana teman yang lain dengan sombongnya meningkatkan status pacaran, dia berusaha menahan diri.

Dia tahu kalau pacaran itu sebagian besar hanya memberikan dampak negatif saja. Hanya beberapa orang saja yang mengatakan pacaran itu mendatangkan dampak positif. Itu pun mungkin, orang yang mengatakan demikian karena baru pertama kali pacaran atau umur pacaran mereka baru seumur jagung.

Kebanyakan mengatakan memiliki dampak negatif. Bahkan, bagi orang yang sudah pacaran dalam waktu tahunan pun kadang mengatakan kalau pacaran itu tidak baik.

Jadi jomblo itu seharusnya membanggakan. Dimana orang lain melakukan perbuatan yang mendatangkan dampak negatif, si jomblo berusaha menjauhinya.

Jomblo susah jodoh

Ayolah, zaman sekarang ini sudah maju, sudah banyak informasi yang beredar. Kita perhatikan, kebanyakan orang akhirnya menikah itu adalah orang yang satu dua kali kenal terus nikah, atau hanya pacaran beberapa bulan saja terus nikah. Sedikit yang kita lihat orang yang telah pacaran lama ujung-ujungnya nikah, kebanyakan putus.

Kenapa kebanyakan putus? Karena memang komitmen ketika pacaran bukan untuk menikah, mungkin banyak alasan lain. Iya, katanya untuk menyatakan cinta, bahwa “aku mencintainya” tapi hanya sebatas itu. Tidak ada komitmen untuk pergi ke jenjang yang lebih serius.

Jomblo susah jodoh? Tidak demikian. Semakin bertambah umur seseoang, seorang yang jomblo dari lahir semakin diperhitungkan. Karena kebanyakan beranggapan jomblo yang dari lahir, mereka menjaga diri dari perbuatan yang berdampak negatif.

Kebanyakan jomblo itu memang orangnya menarik, tampan atau cantik. Sedangkan playboy/playgirl kelas berat itu, sebenarnya levelnya tidak begitu tampan atau cantik, cuman modal perkataan, pergaulan, atau harta orang tua.

Jangan takut menjadi jomblo

Jangan takut menjadi jomblo, justru jomblo akan meningkatkan kualitas diri dan juga menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia. Baiklah banyak orang yang mengatakan jomblo itu status rendahan, namun itu karena mereka tidak tahu. Betapa beruntungnya menjadi jomblo.

Iya sih, terkadang ada juga terbesit di dalam hati, “Enaknya dia punya pacar. Setidaknya ada yang memperhatikan dia.” Tapi itu hanya sepintas lalu saja. Maka sebagai kaum jomblo, jangan suka pergi ke tempat-tempat orang pacaran. Kalau sering pergi ke tempat demikian, lama-lama kebawa perasaan (baper) juga.

Jomblo itu tidak menyakitkan tapi justru sebaliknya, kalau selama jomblo melakukan kegiatan positif. Kalau jomblo hanya berdiam diri di dalam kamar, belajar juga enggak, atau kerjanya hanya nongkrong ke tempat-tempat menarik, jomblo terasa menyakitkan.

Jomblo itu tidak ada yang mengatur, jadi kita bebas melakukan hobi yang kita suka. Bebas meningkatkan kulitas diri. Di saat orang lain berusaha untuk menurunkan kualitas dirinya, kita justru sibuk meningkatkan kualitas diri.

Kesimpulan

Jomblo? Tenang … jomblo itu menyenangkan. Selama kita melakukan banyak hal positif. Jomblo itu katanya nanti susah nikah. Itu omong kosong, kebanyakan orang yang suka gonta ganti pacarlah yang susah nikah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *