Home / Kisah Inspiratif / Hujan Sebenarnya Baik Namu Manusia Salah Mengartikan
Pohon yang Menjulang Tinggi Sekalipun pasti Akan Runtuh Juga

Hujan Sebenarnya Baik Namu Manusia Salah Mengartikan

Hujan turun dengan derasnya, membasahi daerah perkotaan. Yang semula keadaan gersang, seketika itu juga subur. Hujan berdatangan dengan senyuman, para tumbuhan dan hewan bersorak gembira akan kedatangan hujan. Namun, ada juga manusia yang mengatakan hujan memberikan dampak tidak baik.

Seorang yang bekerja di kantor sehari-hari. Menempuh perjalanan satu jam dari rumah ke kantor, dia senang menggunakan sepeda motor. Satu lagi seorang pengusaha, berkendara ke sana ke mari menggunakan mobil demi rupiah yang menunggu. Ada juga sekelompok siswa dan mahasiswa yang bersama-sama berniat menimba ilmu.

Ketika hujan datang, rasanya mereka keberatan. Banyak yang beranggapan kalau hujan itu menghambat aktivitas mereka. Yang bekerja kantoran menggunakan sepeda motor terpaksa basah karena hujan. Yang mengendarai mobil terpaksa menahan diri karena terjebak macet. Para siswa dan mahasiswa terpaksa menunggu hujan berhenti.

Sehingga apa yang terjadi, aktivitas mereka terganggu semua. Pada akhirnya, kebanyakan manusia menyalahkan hujan.

Banyak yang beranggapan kalau hujan sebaiknya tidak turun. Namun, ketika hujan jarang turun, para manusia malah meminta hujan.

Para manusia menebang pohon yang seharusnya menahan air. Mereka dengan serakahnya menebang pohon. Alasannya, banyak banget alasannya yang ujung-ujungnya menguntungkan kelompok tertentu.

Bisa untuk keperluan rumah tangga, bisa untuk keperluan tulis menulis, membuat kertas, bisa untuk perluasan lahan perumahan.

Alasannya sih untuk keuntungan manusia. Namun dilihat secara saksama, untuk keuntungan manusia hanya 30% saja, selebihnya karena keserakahan manusia.

Sehingga, ketika turun hujan lebat. Tidak ada lagi yang menahan air, pohon telah ditebang. Akhirnya terjadilah banjir. Hujan hari ini satu harian penuh tanpa henti. Aktivitas menjadi terhambat. Dan akhirnya, terjadilah banjir yang mampu menenggelamkan manusia.

Mulai deh, manusia menyalahkan alam. Yang kataya hujan tidak pernah berhenti, sistem perariran yang salah, sampah yang menumpuk di sungai. Padahal intinya sama saja, hal tersebut karena keserakahan manusia.

Apa salahnya manusia berubah, mengurangi keserakahannya. Tidak menebang pohon seluruhnya. Atau menyediakan parit untuk perairan lebih baik. Atau tidak membuang sampah di sungai.

Hal tersebut tidak mereka lakukan, karena dalam pikiran mereka itu merepotkan bahkan merugikan.

Sebenarnya, hujan membawa banyak banget dampak positif. Air bersih semakin terpenuhi, tanah menjadi subur karenanya, memberikan kesejukan pada suhu kota, dan banyak lagi kegunaan dari hujan.

Karena keserakahan manusia, sehingga banyak yang salah mengartikan hujan. Mereka menganggap hujan membawa kerugian.

Apa salahnya hujan? Hujan hanya ingin berguna bagi kehidupan. Namun, beberapa makhluk serakah menyalahkannya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *