11 Faktor Penghambat dan Cara Mengembangkan Potensi Diri

Mengembangkan potensi diri itu tidaklah mudah. Karena banyaknya faktor penghambat untuk mengembangkannya, namun tidak juga mustahil. Setidaknya ada 11 faktor penghambat dan cara mengembangkan potensi diri.

Untuk apa mengembangkan potensi diri? Ya … untuk menjadi manusia yang lebih baik. Anda ingin menjadi manusia yang sukses bukan? Sukses tidak dilihat dari seberapa banyak uang yang dihasilkan setiap bulan, atau berapa banyak simpanan emas. Sukses di sini, Anda tenang dalam menjalani kehidupan dunia, sehingga Anda bisa fokus untuk menjalankan kegiatan dunia dan ibadah akhirat. Banyak orang yang memiliki harta namun tidak tenang menjalani akhirat, itu belum sukses namanya.

11 Faktor Penghambat Potensi Diri

Faktor penghambat potensi diri ini sangat umum, namun tidak bisa dianggap remeh. Banyak dari kita tidak merasa ada faktor yang menghambat potensi diri.

1. Tidak Mempunyai Tujuan Yang Jelas

11 Faktor Penghambat Potensi Diri

Tujuan itu sangat dibutuhkan dalam diri manusia. Dengan adanya tujuan, maka manusia akan selalu berkembang ke arah yang lebih baik. Jika manusia tidak mempunyai tujuan, maka lambat laun dia akan menjadi manusia yang malas. Tentu saja ini tidak baik demi keberhasilan duniawi.

Dan manusia yang tidak memiliki tujuan, maka dia kemungkinan besar akan menyalahkan dunia. Mengatakan kalau dunia ini tidak adil. Sejujurnya, dunia ini tidak adil. Dunia mengedepankan prinsip sebab akibat. Jika Anda tidak mempunyai tujuan yang jelas dalam hidup ini, maka tidak ada satu pun yang Anda dapatkan.

2. Selalu Berprasangka Buruk
Berprasangka buruk sangat tidak baik untuk kehidupan manusia. Dengan prasangka buruk, maka manusia cenderung untuk menyalahkan sesuatu, meskipun dia tidak mengerti apa yang dia salahkan. Termasuk menyalahkan takdir. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, dunia ini berjalan dengan sebab akibat. Jika takdir jelek, maka salahkan diri.

Memang terkadang melihat kehidupan ini tidak adil. Ada orang yang bermalas-malasan saja namun dia hidup bergelimpangan harta. Ada orang yang bekerja keras sehari semalam, namun dia memiliki hidup yang pas-pasan. Jangan langsung berprasangka buruk. Bisa jadi dunia ini memiliki skema cerita yang lebih menarik.

Oh ya, dengan mudahnya berprasangka buruk pada seseorang mampu menghambat Anda dalam mengembangkan potensi diri. Hal tersebut sangat tidak baik. Sering prasangka buruk kepada seseorang, artinya mulai menyulutkan api kebencian. Janganlah saling membenci. Anda pastinya tidak mau kan, hidup sendiri tanpa teman.

3. Tidak Ada Sikap Sabar
Sabar-sabar, sabar adalah sikap yang sangat sulit sekali. Misal, kita dijahati oleh seseorang, dan sabar itu sangat susah sekali. Ingin sekali membalas perbuatannya. Atau seseorang telah menyakiti hati kita, kita langsung marah dan membencinya. Dan apa yang terjadi? Permusuhan selalu saja terjadi dalam kehidupan.

Sikap sabar dalam berusaha juga sangat dibutuhkan. Anda tahu, kalau dunia ini bekerja dengan sangat lambat. Untuk mendapatkan kesuksesan dunia, membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Mendapatkan kesuksesan dunia tidak instan, tidak seperti game yang mempunyai kode-kode agar instan. Duniawi tidak demikian.

Dunia ini ada yang jahat ada yang baik. Semua sudah diketahui kalau yang baik itu sangat sulit, butuh kesabaran ekstra. Namun, dunia yang jahat juga sangat sulit. Misal jika hendak mencuri, tidak serta merta mencuri bukan? Harus memiliki sikap sabar yang tinggi dan memperhatikan waktu.

4. Tidak Termotivasi Dan Tertutup
Tidak ada motivasi dalam diri merupakan hal yang mengerikan. Seperti sedang ingin mengerjakan sesuatu, karena tidak ada motivasi sehingga malas untuk mengerjakannya. Siapa yang ingin demikian?

Begitu juga dengan tertutup. Manusia itu adalah makhluk sosial, membutuhkan seseorang untuk bertahan hidup. Contohnya saja, jika orang tua Anda tidak merawat Anda, mungkin Anda tidak bisa hidup sampai sekarang. Maka dari itu, carilah seseorang yang mampu membuat Anda terbuka. Cara yang paling simple adalah cari pasangan resmi.

Sudah tidak termotivasi, tertutup lagi. Aduh … kalau ada manusia yang seperti ini, berarti dia adalah manusia yang selalu berada di kamar. Di Jepang terkenal dengan istilah hikikomori. Orang yang selalu mengurung diri di dalam kamar dan tidak mempunyai tujuan.

5. Malas
Malas merupakan penghambat manusia yang sangat umum. Kenapa? Karena sebenarnya malas ada di dalam diri manusia. Malas adalah senjata setan untuk menghambat mengembangkan potensi diri manusia. Dengan malas, maka manusia akan seperti pribadi buangan.

Malas itu memang sifat alamiah manusia. Namun, untuk mengembangkan potensi diri, maka manusia perlu untuk menghilangkan rasa malas. Ada banyak cara dilakukan untuk menghilangkan rasa malas, termasuk berolahraga.

Janganlah menjadi manusia yang malas, karena itu akan menghancurkan diri ini nantinya. Malas memang menggoda, tapi nantinya akan menghancurkan hidup Anda. Anda akan menyesal di kemudian hari.

6. Terlalu Mudah Puas Diri
Baru mendapat ranking tiga puluh tujuh dari empat puluh siswa sudah puas diri. Artinya, jika ada yang berada di bawah dia, dia akan merasa puas. Ini merupakan salah satu faktor untuk menghambat mengembangkan potensi diri. Kenapa demikian? Karena dengan mudah puas diri, manusia akan cenderung untuk bermalas-malasan.

Semisal seperti ini, seorang siswa puas dengan dirinya mendapat ranking tiga puluh tujuh dari empat puluh siswa. Selama ini dia tidak belajar, selalu bermain-main, dan selalu remedi jika ujian. Nah, ketika dia puas diri karena demikian, maka dia akan selau malas belajar, bermain-main, dan remedi ketika ujian. Pertanyaannya, kapan dia akan mengembangkan potensi diri?

Itu yang membuat manusia menjadi tidak berkembang, mudah puas diri. Manusia boleh merasa puas, ketika dia telah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Untuk urusan akhirat juga jangan terlalu mudah puas diri. Teruslah memperbanyak amalan.

7. Malu Untuk Berkembang
Siapa yang tidak gugup ketika pertama kalinya berbicara di khalayak ramai? Jawabannya tidak ada. Kenapa beberapa manusia sering sekali, bahkan terlihat luwes ketika berbicara di depan umum? Hal tersebut karena dia tidak malu untuk berkembang. Jika ada rasa malu untuk berkembang dalam diri, maka itu akan menghambat mengembangkan potensi diri.

Memang, banyak hal di dunia ini yang membuat diri ini malu untuk berkembang. Seperti berbicara di khalayak ramai, mengutarakan pendapat, menyatakan perasaan cinta, dll. Namun, jika rasa malu itu dibiarkan berkembang, tentu akan menghambat potensi diri.

Misal, Anda berpotensi untuk menjadi publik speaker. Namun, Anda malu untuk berbicara di depan khalayak dan tidak ingin mencoba satu kali saja. Apa yang terjadi? Tentu saja Anda tidak akan menjadi publik speaker, meskipun ada bakat terpendam di dalam diri.

8. Mudah Putus Asa
Baru gagal sekali saja sudah putus asa, hal inilah yang akan menghambat mengembangkan potensi diri. Manusia tidak boleh putus asa, walaupun putus asa merupakan sifat alamiah manusia, tapi harus ditekan demi kehidupan manusia. Dan sialnya, setan suka sekali membuat manusia putus asa. Dan tentu saja, jika mudah putus asa, manusia tidak akan berkembang.

Misalnya seperti ini, Anda berbakat untuk menjadi penulis best seller. Maka Anda pun dengan semangat menulis sebuah cerita. Setelah cerita selesai, Anda mengirim karya Anda ke penerbit mayor. Ternyata penerbit mayor menolak karya Anda. Setelah itu, Anda putus asa, tidak pernah mencoba untuk menulis sedikit pun.

Hal tersebut sangat tidak boleh. Ingat, Thomas Alfa Edison membutuhkan 1.000 percobaan supaya penemuannya berhasil. Bisa Anda bayangkan, 1.000 percobaan?

9. Pesimis (Merasa Tidak Mampu)
Sebenarnya dia berbakat untuk menjadi insinyur. Dia suka sekali dengan peralatan elektronika. Namun, ketika dihadapkan pelajaran Fisika mengenai elektronika, dia merasa tidak mampu. Setelah itu, dia tidak tertarik dengan elektronika. Nah, ini yang disebut pesimis. Pesimis mampu menghambat dalam mengembangkan potensi diri manusia.

Dengan sikap pesimis, hal yang tidak mustahil menjadi mustahil. Inilah yang sangat berbahaya. Bayangkan saja, misal Anda berbakat untuk menjadi arsitek, tiba-tiba Anda pesimis karena Anda susah mengerti mempelajari Fisika. Artinya, seharusnya Anda menjadi arsitek berbakat, menjadi tidak.

10. Tidak Memahami Kemampuan Diri Sendiri
Banyak orang yang mengalami hal seperti ini, termasuk saya pribadi. Jika tidak memahami kemampuan diri sendiri, memang wajar, tidak ada tujuan untuk hidup. Makanya, disuruh untuk memahami kemampuan diri sendiri.

cara tercepat untuk memahami kemampuan diri sendiri adalah dengan belajar. Dengan belajar, maka seseorang akan memahami, apa yang dia mengerti dan apa yang dia tidak mengerti. Sebenarnya, tujuan utama dari belajar itu adalah memahami kemampuan diri sendiri.

Jika manusia tidak memahami kemampuan diri sendiri, maka lambat laun dia akan menjadi manusia yang mudah putus asa, tidak bergairah, dan selalu menyalahkan keadaan.

11. Tidak Mengambil Pelajaran dari Kegagalan
Kegagalan itu memang selalu datang dari mana saja. Ketika sedang bersemangat, maka kegagalan itu bisa saja datang. Namun, hal yang terpenting adalah mengambil pelajaran dari kegagalan. Jika tidak mengambil pelajaran dari kegagalan, tentu akan tetap merasa gagal.

Sebenarnya apa sih kegunaan dari kegagalan tersebut? Kegagalan berguna untuk memberi Anda pelajaran bahwa ada ilmu baru yang harus Anda kuasai, ada sesuatu yang salah selama ini Anda lakukan, dll.

Jika tidak mengambil pelajaran dari kegagalan, tentu saja manusia tidak akan berkembang.

11 Cara Mengembangkan Potensi Diri

11 Cara Mengembangkan Potensi Diri

Maka ada cara untuk mengembangkan potensi diri, untuk menjadi manusia yang lebih baik. Dengan begitu, impian manusia untuk sukses dunia dan akhirat dapat tercapai.

1. Ketahui Diri Sendiri
Ketahuilah terlebih dahulu diri sendiri. Ketahui mengenai kemampuan diri, batasan diri, sifat diri, hal apa saja yang harus diperbaiki, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui diri sendiri, tentu akan semakin mudah untuk mengembangkan potensi diri.

Kenapa perlu untuk mengetahui diri sendiri? Karena mengetahui diri sendiri itu sangat sulit, lebih sulit daripada mengetahui diri orang lain. Ada pepatah yang mengatakan, “Kesalahan orang lain walaupun sebesar semut itu mudah terlihat, namun kesalahan diri sendiri, walaupun sebesar gajah itu sulit terlihat,” seperti itulah gambaran mengenai sulitnya mengetahui diri sendiri.

Termasuk kesalahan diri sendiri, itu sangat sulit sekali. Mengetahui kelemahan diri, bahkan mengetahui kelebihan diri sendiri juga sangat sulit. Maka dari itu, mulailah ketahui diri sendiri lebih mendalam, meskipun itu sulit.

2. Tentukan Tujuan Hidup
Manusia akan menjadi orang yang malas, tidak bergairah, dan mudah putus asa jika tidak mempunyai tujuan hidup. Manusia akan bersemangat, mengambil segala tantangan dan risiko, dan tidak mudah menyerah kalau mempunyai tujuan hidup. Pertanyaannya, bagaimana caranya untuk mendapatkan tujuan hidup?

Ada berbagai cara untuk mendapatkan tujuan hidup. Bisa dengan pengalaman selama ini, misal dengan traveling, bermimpi, dan yang paling mudah adalah belajar. Belajar, belajar, belajar. Sebenarnya itu bukan untuk memahami teori-teori abstrak saja. Belajar lebih dari itu. Belajar untuk mengetahui diri sendiri, mengembangkan potensi diri, dan mendapatkan tujuan hidup.

3. Kuatkan Niat
Banyak orang yang sudah mempunyai tujuan hidup, namun ketika berada di akhir, tujuan tersebut seakan kabur. Apalagi ketika mendapat kegagalan, maka tujuan hidupnya menjadi makin kabur. Maka dari itu, untuk mengembangkan potensi diri, kuatkan niat. Jika mendapat kegagalan, kuatkan niat untuk mencapai tujuan dan belajar dari kegagalan.

Thomas Alfa Edison harus melakukan percobaan 1.000 kali agar tujuannya tercapai. Bayangkan jika Thomas Alfa Edison tidak menguatkan niatnya, kemungkinan tujuannya tidak akan tercapai.

4. Terima Setiap Kritikan dan Perbaiki Diri
Berusaha boleh-boleh saja, memacu diri dan menghadapi tantangan. Namun, cobalah untuk menerima setiap kritikan. Karena di antara seribu kritikan pedas, ada satu kritikan yang membangun dan itu membuat Adan harus memperbaiki diri, sehingga berhasil mengembangkan potensi diri, menjadi manusia yang berhasil.

Meskipun itu kritikan pedas, tetap terima. Memang, tidak harus hari H juga mengolah setiap kritikan, namun terima dan beberapa hari ke depan pikirkanlah setiap kritikan tersebut.

Banyak orang yang tidak menerima kritikan. Hal tersebut akan menghambat mengembangkan potensi diri. Terimalah setiap kritikan, karena pastinya, ada satu dari seribu kritikan yang akan membangun diri.

5. Buang Pikiran Negatif
Kenapa manusia mudah sekali putus asa dan pesimis? Jawabannya karena banyak pikiran negatif yang selalu menyelimuti dirinya. Jika pikiran negatif tersebut tidak ada, alias dibuang, maka dia tidak mudah putus asa dan pesimis.

Pikiran negatif memang selalu ada di dalam diri manusia. Misalnya, Anda gagal memasak ikan goreng, tentu saja pikiran negatif akan menghantui. Jangan-jangan Anda tidak bisa masak. Maka dari itu, buanglah pikiran negatif dan bangunlah pikiran positif.

6. Komitmen Terhadap Niat dan Tujuan
Ini juga yang harus dijaga, komitmen. Karena bisa jadi, tujuan dan niat tersebut berubah sewaktu-waktu. Misal, Anda saat ini memiliki tujuan untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu. Anda telah menguatkan niat Anda. Namun, ketika Anda dihadapkan masalah skripsi, seperti writer block, susahnya bertemu dosen pembimbing, banyak revisi, dll, maka Anda mengubah tujuan Anda untuk menyelesaikan skripsi tahun depan. Hal seperti itulah yang tidak boleh.

Maka dari itu, komitmen terhadap niat dan tujuan itu sangat penting. Untuk membuat pribadi yang positif dan tidak mudah menyerah apalagi putus asa.

7. Berteman dengan Teman Positif
Ada pepatah yang mengatakan, “Berteman dengan pandai besi, maka arang besi akan mengenai kita. Namun, jika berteman dengan pandai parfum, maka wangi parfum tersebut akan mengenai kita”, artinya siapa pun teman Anda akan mempengaruhi kepribadian Anda. Jika Anda berteman dengan orang yang pesimis, maka lambat laun Anda akan menjadi pesimis. Jika Anda berteman dengan teman yang positif, maka lambat laun akan menjadi orang yang positif.

Untuk mengembangkan potensi diri, maka bertemanlah dengan orang yang positif. Karena mereka akan memberikan inspirasi yang tidak terduga nantinya. Bahkan, di antara satu dari seratus teman positif tersebut, akan menolong Anda ketika terjadi kegagalan.

Setiap orang sukses pasti mempunyai teman positif. Dan anehnya, rata-rata orang sukses adalah orang yang sedikit temannya. Karena mereka hanya ingin berteman dengan orang yang positif saja.

8. Jangan Takut Mencoba Hal Baru
Sedikit berbeda memang tidak buruk juga, tapi tetap perhatikan setiap komentar. Apa salahnya untuk mencoba hal baru, misal ingin melakukan penelitian yang baru, untuk mendapatkan produk baru. Atau ingin melakukan inovasi baru.

Mencoba hal baru mampu mengembangkan potensi diri karena nantinya akan mendapat pelajaran yang berarti, yang tidak akan didapatkan bagi orang yang takut mencoba hal baru. Namun, perlu diingat! Perhatikan setiap kritikan dan belajarlah dari kegagalan.

9. Selalu Optimis
Manusia tidak akan berkemban jika mudah putus asa. Manusia yang optimis adalah manusia yang selalu berkembang. Namun, optimis di sini jangan harus memperhatikan setiap kritikan juga. Banyak orang yang optimis dengan tujuan hidupnya, namun, dia tidak memperhatikan kritikan. Hal tersebut sangat berbahaya sekali.

Boleh optimis, boleh-boleh saja. Namun tidak menutup diri dari setiap kritikan.

10. Giat Belajar
Bagaimana caranya untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan diri? Cara termudah dan paling simple adalah belajar. Sebenarnya kegunaan belajar untuk mengembangkan potensi diri.

Belajar tidak hanya sekadar memahami teori-teori abstrak, namun lebih dari itu. Belajar akan membuka keterampilan, potensi diri, dan tujuan hidup baru. Dengan giat belajar, seseorang akan menjadi sukses. Maka tetaplah bersekolah.

Banyak orang yang beranggapan sekolah tidak penentu keberhasilan. Itu memang benar. Namun, sekolah adalah penentu keterampilan dan potensi diri Anda.

11. Belajarlah dari Kegagalan
Jika gagal, maka belajarlah dari kegagalan tersebut. Hal tersebut cukup efektif mengembangkan potensi diri. Karena nantinya akan ada ilmu baru yang berguna untuk Anda.

Banyak orang enggan untuk belajar dari kegagalan. Hal tersebut sangat tidak baik. Karena dia tidak akan sadar, kenapa dirinya selalu gagal. Gagal itu terjadi karena ada sesuatu yang salah atau harus Anda pelajari dari tujuan hidup Anda.

Baca juga: agar tidak menyesal sebaiknya lakukan 8 hal berikut

Penghambat potensi diri itu memang selalu ada. Namun, janganlah biarkan diri berkembang. Lakukan segala cara untuk mengembangkan potensi diri, untuk menjadi manusia yang berhasil di dunia dan akhirat.

Leave a Reply