Home / Motivasi Diri / Cara Mengatasi Malas dengan Motivasi Sederhana
cara mengatasi malas

Cara Mengatasi Malas dengan Motivasi Sederhana

Malas, adalah sesuatu penyakit yang tidak ada obatnya. Dokter ahli terkenal sekalipun, sampai saat ini masih belum menemukan obat untuk mengobati penyakit malas. Rasanya, ilmuwan pada malas juga meneliti tentang penyakit ini, karena memang tidak ada gunanya. Namun, kita bisa menyiasati malas tersebut. Banyak cara mengatasi malas, salah satunya dengan motivasi sederhana.

Motivasi dinilai cukup efektif untuk meningkatkan kemauan manusia. Dengan motivasi yang tepat, maka manusia akan mudah bangkit. Dan juga, banyak dari kita membutuhkan motivasi yang luar biasa, untuk meningkatkan kualitas hidup. Maka tidak heran, banyak sekali pengunjung jika ada seminar motivasi, terutama sang pembicara memang ulung memberikan kata-kata motivasi.

Nah, bagaimana cara mengatasi malas dengan motivasi sederhana? Kenapa dikatakan sederhana? Hmm … tidak sabar nih?

Cara Mengatasi Malas

Tanpa mempersingkat kata, berikut cara mengatasi malas dengan motivasi sederhana.

1. Hidup bukan untuk bermalas-malasan

Sejak manusia dilahirkan, oh ya sebelum lahir sekalipun, tidak ada yang namanya malas-malasan. Ketika sperma dikeluarkan, maka sang sperma akan berusaha untuk mencapai ovum. Siapa yang pertama kali bertemu dengan ovum, maka dialah pemenangnya. Para sperma bergerak dengan gesitnya, umur mereka hanya beberapa menit saja, dan itu ditentukan dalam beberapa menit tersebut.

Maka dari itu, hanya sperma yang rajin saja yang mampu mencapai ovum untuk pertama kalinya. Atau sperma tersebut cukup beruntung, karena dialah yang tercepat. Karena tidak ada sperma yang pemalas, semuanya bekerja keras demi mencapai tujuan.

Maka, hidup bukan untuk bermalas-malasan saja, namun digunakan untuk berjuang. Karena dari awal, tidak ada yang namanya malas-malasan. Malas-malasan akan datang ketika manusia sudah mencapai kedewasaan. Ketika masih balita apalagi masa anak-anak, rasanya tidak dirasakan yang namanya malas.

Tidak ada istilah malas ketika manusia dilahirkan. Mereka berjuang untuk mencapai kehidupan. Kemalasan hanyalah alasan semata.

2. Tujuan tidak akan dicapai jika malas

Sebuah tujuan telah ditetapkan, pertanyaan, bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut? Tentu saja dengan berusaha keras. Apakah tujuan tersebut tercapai seperti durian runtuh? Yang dapat dicapai hanya dengan duduk saja, tanpa melakukan apapun? Logikanya itu tidak mungkin. Dalam logika, tujuan hanya dapat dicapai jika tidak bermalas-malasan.

Misal, Anda mempunyai tujuan untuk mencapai nilai terbaik ketika ujian. Apa yang Anda lakukan untuk mencapai tujuan tersebut? Tentu saja berusaha bukan? Dengan belajar sangat keras hingga larut malam. Kadang pada pagi hari juga belajar keras. Selain itu, menggunakan banyak sekali metode belajar, dan banyak melakukan latihan yang berguna untuk menunjang performa saat ujian. Itulah cara Anda untuk mencapai tujuan nilai terbaik. Memang, ada juga yang berusaha untuk melakukan kecurangan, tapi itu bukan sama saja dengan usaha? Semalaman memikirkan siapa yang hendak ditanya, terkadang membuat catatan kecil. Bukankah itu sama dengan usaha?

Misal, Anda ingin ahli bermain game. Tentu saja pada saat pertama kali memainkan game tidak akan ahli. Anda butuh beberapa kali percobaan supaya ahli bermain game. Misal game FPS (First Person Shooter), game FPS membutuhkan konsentrasi yang sangat bagus untuk jadi ahli. Dan membutuhkan beberapa kali latihan agar ahli. Pada saat pertama kali memainkannya, tentu saja banyak terjadi kegagalan.

Dan pada akhirnya, sesuai dengan artikel dalam independent mengatakan, “untuk mencapai tujuan tertentu, dibutuhkan aktivitas untuk melakukannya. Dengan kata lain, bermalas-malasan tidak akan membuat seseorang itu mencapai tujuan. Sepintar apapun orang tersebut, kalau malas, bakal tidak akan tercapai.”

Tujuan tidak akan dicapai hanya bermalas-malasan saja. Namun hanya bisa dicapai dengan berusaha keras.

3. Malas menghambat Anda

mencari selingkuhan

Seseorang yang akan sukses, akan terhambat jika rasa malas mendera. Sebenarnya, itulah salah satu peranan dari malas tersebut. Dengan malas, maka seseorang tidak akan melakukan apapun, atau dengan berat hati dia mengerjakan sesuatu. Yang semestinya dia sudah menjadi ahli, namun karena malas tersebut tidak menjadi ahli. Sungguh ironis memang, tapi itulah kenyataan tentang malas.

Satu-satunya cara mengatasi malas tersebut dengan melawannya. Jangan sampai rasa itu menghambat Anda untuk maju menjadi pribadi yang lebih unggul. Rasa itu hanya akan menghancurkan Anda, maka sebaiknya buang rasa itu. Tekan dia, sampai Anda tidak merasakan malas sama sekali.

Memang, malas itu datang pada saat tidak terduga-duga. Misal, ketika sudah dekat lagi dengan tujuan, tiba-tiba malas datang menyerang. Apa yang terjadi setelah itu? Tidak ada yang tahu. Jika terus menuruti keinginan untuk malas, maka tidak akan mencapai tujuan. Tapi, jika berusaha dengan berbagai cara mengatasi malas maka tujuannya akan tercapai, dan hasilnya amat manis.

Maka, ketika malas menyerang yang sudah pasti menghambat Anda. apakah Anda menuruti malas tersebut atau justru berbalik melawannya?

4. Malas merendahkan derajat

Bagaimana Anda melihat seseorang yang pemalas? Apakah ada sesuatu yang mengangkat wibawanya atau tidak? Tentu saja Anda akan geleng-geleng kepala. Ada merasa aneh ketika melihat seseorang yang hanya bermalas-malasan saja.

Begitu juga orang lain melihat Anda kala bermalas-malasan. Seberapa tingginya kedudukan Anda, kalau Anda menuruti rasa malas itu akan menghancurkan wibawa Anda. Mungkin tidak ada yang mengatakan kalau mereka tidak menghargai Anda, tapi tatapan mereka mengatakan demikian. Anda bukan lagi orang yang hebat, walau kedudukannya sangat tinggi.

Itulah yang dirasakan oleh orang yang menuruti sifat pemalasnya. Dengan demikian, cepat atau lambat, mereka tidak lagi menjadi panutan. Mungkin, jika seseorang pemalas, yang awalnya memiliki kedudukan tinggi, kemudian akibat rasa malas itu, membuat dia jatuh hingga berdiri di kedudukan yang paling rendah. Orang mungkin akan mengatakan, “Pantas saja, dia kan pemalas.”

Maka dari itu, cara mengatasi malas hanya satu, janganlah menuruti rasa tersebut. Lawan dan taklukkan. Seseorang yang kadang sangat rendah kedudukannya, kalau dia rajin, orang-orang akan menunjukkan wibawanya, bahkan kekagumannya. Dan ketika dia yang rajin itu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Orang mungkin akan mengatakan, “Pantas saja, dia itu rajin, aku sangat mengaguminya.

Pemalas hanya akan menghancurkan derajat.

5. Malas akan menjatuhkan Anda

Anda sekarang berada di kedudukan yang sangat tinggi. Mungkin dengan bisnis yang sangat sukses, pangkat tertinggi, dan juga bergelimpangan harta. Ketahuilah, di sanalah malas akan menyerang dan akan menjatuhkan Anda dengan beberapa langkah saja. Sadar atau tidak sadar, seseorang yang mengalami kebangkrutan itu rata-rata karena menuruti sifat malasnya.

Para orang sukses telah menyadari demikian. Itulah kenapa mereka tidak suka menghamburkan hartanya untuk bermalas-malasan. Mereka lebih suka menggunakan hartanya untuk mendapatkan keuntungan yang berlimpah, menyimpannya di tempat yang menguntungkan, atau menggunakan hartanya untuk kegiatan amal.

Harta yang digunakan untuk bermalas-malasan, maka harta itu akan menyerangnya di saat tidak sadar. Rasa malas akan selalu menghantui seseorang yang telah menuruti kemauannya. Dengan demikian, manusia menjadi tidak produktif lagi. Dengan hitungan beberapa hari lagi, seseorang itu akan jatuh ke jurang yang paling dalam. Hidup cuman sekali, jangan menyia-nyiakannya dengan hanya bermalas-malasan.

Suatu hari, rasa malas itu akan menghancurkan Anda.

Penutup

Salah satu cara mengatasi malas dengan motivasi sederhana. Namun, kata motivasi tidak ada gunanya jika terus menuruti rasa malas tersebut. Satu-satunya cara untuk melawan rasa malas itu dengan rajin. Kembangkanlah sikap rajin dan hancurkanlah sifat malas. Tapi berhati-hati juga, karena sifat malas akan menyerang di saat seseorang tidak menyadarinya dan akan menghancurkan orang yang menuruti sifat malas itu secara perlahan-lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *