Home / Motivasi Diri / Banyak yang Berhenti di Tengah Jalan Karena Tidak Fokus
Banyak yang Berhenti di Tengah Jalan Karena Tidak Fokus

Banyak yang Berhenti di Tengah Jalan Karena Tidak Fokus

Sebuah kisah tentang seorang manusia. Dia memiliki bakat menulis dan cita-citanya ingin menjadi penulis hebat. Di hari pertama dia memulai langkahnya menulis. Namun, awalnya dia berpikir menulis itu sangat mudah. Kenyataannya tidak demikian, menulis itu sangat sulit bahkan membutuhkan latihan terus-menerus.

Tanggapan para pembaca tidaklah sesuai yang dia inginkan. Banyak banget kritik yang dia terima. Namun banyak juga saran yang membangun yang diberikan. Dia tidak melihat saran yang membangun tersebut namun justru kritik yang dilihat. Hal ini membuat dia semakin tertekan.

Dia mulai berpikir apakah menulis adalah bakatnya? Apakah menulis sesuai dengan passionnya? Namun dia tetap menulis dan menulis. Namun kenyataannya malah semakin parah. Inspirasi yang dia miliki lama-kelamaan semakin pudar. Inspirasi itu tidak hilang, namun pudar karena keraguan.

Hingga akhirnya dia berpikir kalau dia tidak berbakat menulis. Dia mulai tidak fokus menulis. Dia menulis kalau ada waktu saja, padahal banyak banget waktu yang dia miliki, namun tidak menulis. Alasannya tidak ada waktu.

Hingga tiba dia suatu hari, dia berhenti sepenuhnya menulis. Dia berpikir kalau menulis itu bukan bakatnya.

Ada juga sebuah kisah mengenai seorang siswa yang suka banget pelajaran Matematika. Ketika SD, dia mampu menyelesaikan soal Matematika dengan mudah. Bahkan dia belajar keras untuk pelajaran Matematika.

Ketika di SMP, keraguannya akan pelajaran Matematika muncul. Pertama pengajar yang tidak memberi dia motivasi dan juga pemahaman pelajaran Matematika semakin sulit. Bukan hanya itu, standar untuk pelajaran itu semakin tinggi. Artinya membutuhkan waktu ekstra untuk terus belajar. Ketika di SMP, walaupun halangan muncul namun masih bisa diatasi.

Namun ketika SMA mulailah muncul halangan berat. Teman-temannya juga memperparah keadaan. Teman-temannya selalu bermain, malas belajar apalagi mengerjakan PR, dan terkadang cabut. Dia mulai mengikuti temannnya. Dia masih suka pelajaran Matematika tapi jarang dipelajari kembali. Hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah saja. Lambat-laun dia semakin malas mengerjakan PR.

Hingga akhirnya dia tidak begitu mengerti pelajaran Matematika. Teman lamanya mengenal dirinya adalah ahli Matematika ketika SD dan SMP. Namun kenyataan di SMA dia tidak begitu ahli.

Kisah seorang pengusaha. Dia memulai usahanya, dia bermimpi dia akan sukses suatu hari nanti.

Dia berusaha tapi tidak fokus. Dia terkadang melihat usaha dia namun dia lebih banyak berpergian. Tidak melihat kondisi usahanya. Dia hanya percaya kalau dia membuka toko maka uang akan mengalir begitu saja.

Namun kegagalan dan kegagalan terjadi pada dirinya. Hingga akhirnya dia menguburkan niatnya untuk berusaha. Dia menganggap kalau dia tidak memiliki bakat dalam berusaha.

Banyak lagi kisah orang lainnya yang berhenti di tengah jalan karena tidak fokus. Memang, untuk sukses di depan mata membutuhkan usaha yang besar. Artinya harus fokus melakukan sesuatu.

Bayangkan kalau Anda sedang memanjat tebing yang sangat curam dan licin. Anda berada di tengah jalan. Anda sekarang berada di ketinggian lima puluh meter. Butuh lima puluh meter lagi hingga tiba di puncak tebing.

Apa yang terjadi kalau Anda tidak fokus? Tidak mengerahkan segala kemampuan Anda pada tebing tersebut. Misal Anda berpikir kalau Anda berada di pantai, “Enaknya di pantai, bisa santai sambil menikmati ombak laut. Tidak seperti di sini, berada di ketinggian lima puluh meter, badan sudah pegal banget nih.”

Mungkin ada beberapa kemungkinan apa yang terjadi kepada Anda ketika tidak fokus. Mungkin Anda salah memilih pijakan, hingga Anda memilih pijakan yang licin hingga Anda terjatuh.

Mungkin juga Anda tidak fokus sehingga tubuh pun semakin melemah. Ketika Anda fokus, tubuh Anda pun mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Namun ketika tidak fokus, tubuh semakin melemah dan melemah sehingga Anda tidak mampu menahan beban tubuh.

Atau mungkin juga Anda membiarkan diri Anda terjatuh dari tebing. Anda sengaja melakukannya karena Anda merasa percuma berjuang.

Coba bayangkan deh kalau Anda fokus. Terus berusaha untuk terus mendaki tebing. Walaupun sulit bakal didaki. Memang, semakin tinggi suatu tebing, semakin mendekati puncak maka banyak banget cobaan yang menyerang.

Bisa jadi karena tekanan udara yang semakin tipis. Membuat tubuh kesulitan bernafas. Rasanya menghirup beberapa milimeter oksigen saja membutuhkan usaha keras. Sangat sulit berbicara. Aliran darah seakan berhenti dan berkumpul di otak. Kepala rasanya sakit banget serasa ingin pecah.

Mungkin semakin ke atas tebing semakin licin. Semakin sulit untuk terus bertahan dalam posisi seperti demikian. Harus memilih pijakan yang sesuai agar tidak terjatuh. Mungkin beberapa kali salah memilih. Tiba-tiba tangan atau kaki serasa licin dan ingin jatuh. Namun tubuh berusaha untuk terus bertahan.

Bisa jadi karena angin yang semakin tinggi semakin kencang. Ketika di ketinggian lima puluh meter sih biasa saja. Namun ketika di ketinggian sembilan puluh meter, barulah dingin terasa banget. Kencang banget anginnya dan dingin. Tubuh rasanya lebih baik terbang mengikuti angin. Harus memegang sesuatu yang kuat agar tidak dihempas angin.

Banyak lagi cobaan yang dihadapi ketika akan mencapai ketinggian seratus. Ketika sebuah tujuan berhasil didapat. Sebuah kesuksesan berhasil didapat.

Terkadang harus mengorbankan sesuatu

Untuk mencapai sesuatu maka harus fokus, tidak boleh setengah-setengah. Artinya, terkadang kita harus mengorbankan sesuatu agar terus fokus.

Ketika seseorang ingin menjadi penulis hebat, dia konsisten menulis tanpa henti. Hingga akhirnya tanpa sadar kehidupannya hanyalah di depan layar komputer. Artinya, mungkin dia mengorbankan sebagian besar dari kehidupan dunia asli. Misalnya dia semakin jarang bercengkerama dengan teman-temannya. Baginya waktu itu serasa cepat sekali berlalu, dia mengorbankan waktu yang lama untuk menjadi penulis handal.

Pelajar yang ingin ahli pelajaran Matematika. Belajar dengan sungguh-sungguh, tidak hanya di sekolah, di rumah juga, bahkan mengikuti bimbingan belajar. Padahal, kalau tidak mengikuti bimbingan belajar, dia masih bisa bermain bersama teman-temannya. Dia mengikuti belajar maka dia semakin jarang bermain. Seakan dunianya adalah belajar, belajar, dan belajar.

Seorang pengusaha menghabiskan seluruh tenaganya untuk mengembangkan usahanya. Bahkan terkadang dia tertidur di tempat usahanya. Terkadang dia lupa kalau dia sudah makan atau belum. Ketika dia sukses, dia menyadari bahwa banyak waktu yang dia lewatkan.

Untuk mencapai sukses, maka terkadang perlu pengorbanan. Bahkan ada orang yang sampai mengorbankan waktu berharganya bersama keluarga hanya untuk mendekati kesuksesan. Namun, apakah kita bisa menghindari mengorbankan sesuatu yang berharga? Jawabannya bisa sih. Kita yang memilih apa yang harus kita korbankan untuk sukses.

Ada orang memilih mengorbankan waktu yang tidak berguna. Ada orang yang mengorbankan harta kekayaannya. Ada orang yang mengorbankan waktu berharganya. Bahkan ada juga orang yang mengorbankan keluarganya.

Ketika kita ingin sukses, maka pilihlah apa yang harus dikorbankan untuk mencapai kesuksesan. Pilihlah pengorbanan yang tidak berguna, misalkan mengorbankan waktu bermain bersama teman-teman yang kerjanya menghabiskan uang. Atau bisa juga mengorbankan waktu tidak berguna, misalnya satu harian hanya bermalas-malasan. Korbankan waktu untuk bermalas-malasan demi melakukan sesuatu untuk kesuksesan.

Sedini mungkin sadari pengorbanan apa yang Anda berikan untuk kesuksesan. Jangan sampai menyesali di kemudian hari. Ketika Anda sukses, Anda menyadari bahwa Anda telah mengorbankan sesuatu yang berharga, jangan sampai terjadi!

Kesuksesan memang membutuhkan fokus. Seseorang yang fokus, maka dia akan mengeluarkan semua potensinya untuk mencapai sesuatu. Bahkan, ada kisah seseorang mampu menghancurkan gunung demi tujuan dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *