Home / Motivasi Diri / Apakah Salah Bermulut Kasar di Social Media?
Apakah Salah Bermulut Kasar di Social Media

Apakah Salah Bermulut Kasar di Social Media?

Sepertinya di zaman sekarang ini hampir semua orang memiliki social media. Ya …, kecuali kalau dia tinggal di perkampungan dengan belum ada koneksi internet, otomatis dia tidak punya social media. Sekarang ini, rasanya setiap orang yang menggunakan internet, tidak pernah lepas dari social media. Memang sih, banyak banget keuntungan dari social media tersebut.

Namun, social media ini menimbulkan satu fenomena baru, apakah fenomena ini merupakan penyakit masyarakat? Hmm … bisa jadi iya. Fenomena ini, dimana ada beberapa pengguna social media dengan mulut kasar. Dia dengan bebasnya mencaci maki seseorang, mengucapkan kata sampah dengan bebasnya, bahkan ada yang dengan terang-terangan memfitnah seseorang, pakai bahasa kasar lagi.

Memang, kebebasan berpendapat adalah hak bagi setiap orang. Setiap orang bebas berpendapat tanpa ada dihalang-halangi. Namun, apakah kebebasan berpendapat tersebut dibarengi dengan mulut kasar? Sepertinya tidak demikian. Kebebasan berpendapat seharusnya dengan bahasa yang santun lagi sopan.

Akibat Bermulut Besar di Social Media

Apakah salah bermulut kasar di social media? Tentu saja salah. Banyak banget kerugian akibat dari bermulut kasar. Seperti:

1. Banyak orang sakit hati

Dalam social media, bukan hanya Anda saja sebagai pelaku utama di sana. Banyak banget pengguna lain. Bukan hanya Anda saja yang mampu melihat isi tulisan Anda. Orang lain juga melihat tulisan Anda.

Atau Anda sebenarnya ingin memaki si B. Namun, sebenarnya bukan hanya si B saja yang terkana sasaran. Bisa jadi si C, D, E, F, atau beberapa ratus orang terkena makian yang Anda tulis. Anda mungkin tidak menyadarinya. Namun pahamilah, Anda seperti menaruh paku di tengah jalan. Banyak banget pengguna jalan akibat ulah Anda. Mungkin Anda hanya iseng saja menaruh paku, namun dampak yang ditimbulkan begitu besar.

Kalau semua orang sakit hati, apakah diri Anda bisa tenang. Meskipun mungkin, Anda menggunakan data palsu, tapi percayalah, satu di antara seratus orang mengetahui data asli Anda. Bisa jadi dia kenalan Anda namun Anda tidak menyadarinya.

Beruntung kalau seseorang yang sakit hati hanya diam saja. Tapi, apakah kita tidak pernah berpikir, terkadang orang yang sakit hati melakukan hal-hal yang tidak terduga. Dan kalau itu terjadi kepada Anda, siapa yang disalahkan? Anda!

2. Nama menjadi jelek

Mungkin ada yang sudah menyadarinya namun banyak juga yang belum menyadarinya. Sekarang ini, kepribadian bisa dilihat dari social media. Beberapa instansi atau perusahaan, terkadang meminta nama social media. Hal ini untuk mengetahui kepribadian di dunia maya.

Tentu saja ini menjadi masalah krusial. Jika seseorang senang memberikan kebaikan di social media, orang akan menganggap dia adalah orang baik. Walaupun mungkin, kebaikan dia belumlah baik banget seperti di social media, namun banyak orang yang senang kepadanya.

Tapi, kalau seseorang senang memberikan kata kasar di social media. Sebaik apapun seseorang itu di dunia nyata, selembut apapun seseorang itu di dunia nyata. Itu tidak ada artinya kalau dia berkata kasar di social media. Terkadang, orang lebih percaya dengan apa yang ditampilkan di social media daripada kenyataan.

Tentu saja ini menjadi kerugian bagi seseorang yang suka melemparkan makian di social media. Ketika dianggap jelek di dunia maya, lambat laun akan dianggap jelek di dunia nyata. Rasanya, hidup di dunia nyata tidak lagi menyenangkan. Begitu banyak dilihat mata dengan tatapan benci.

Mungkin Anda berpikir kalau Anda menggunakan data palsu, nama Anda tidak akan ketahuan. Namun ingat, sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandai Anda merubah data pribadi Anda, mungkin menggunakan VPN agar tidak ketahuan, suatu hari pasti akan ketahuan juga.

3. Dibenci

Bayangkan saja deh, misalkan Anda meihat postingan seseorang yang begitu kasar. Banyak banget bahasa kasar yang dituliskan di sana. Apakah akan membenci akun dia? Jawabannya iya, bukan. Begitu juga dengan orang lain.

Kalau Anda dengan gampangnya berkata kasar di social media, Anda pun semakin dibenci orang lain. Mungkin bukan hanya di dunia maya, namun di dunia nyata juga. Hidup Anda tidak akan tenang.

Atau Anda menggunakan akun palsu dan berucap kata kotor di sana. Tidak menunggu waktu lama, komentar akan postingan Anda akan bermunculan. Kebanyakan komentar akan terlihat kalau dia begitu membenci Anda.

Terus Anda marah melihat komentar yang membenci. Anda pun membalas komentar tersebut. Terus seseorang itu terus membalas setiap balasan Anda. Akibatnya apa? Social media bukan lagi mengeratkan pertemanan namun menimbulkan kebencian.

4. Kalau sudah keterlaluan mungkin akan diburu polisi

Ini adalah puncak dari apa yang dilakukan di social media. Mungkin ada seseorang berpikir kalau dia akan bebas berkespresi apapun di dunia maya. Bahkan berkata kasar sekalipun. Namun, sekarang ini kepolisian sudah canggih bang. Mereka akan dengan sigap menangkap bagi siapapun yang berbuat kerugian di social media. Sudah banyak di berita, beberapa oknum tertentu ditangkap karena social media dan mendapatkan hukuman yang besar.

“Darimana polisi tahu tentang kita?”

Anda menggunakan data palsu terus menggunakan VPN agar tidak ketahuan. Darimana polisi bisa tahu? Eh, jangan salah. Sekarang ini kepolisian juga banyak yang ahli IT. Mungkin Anda masih bau kencur di bidang IT. Hanya menggunakan VPN gratisan saja. Namun bagi mereka yang ahli IT, melacak seseorang yang menggunakan VPN gratisan itu gampang banget.

Jadi, sebelum berkata kasar di social media, sebaiknya berpikir dua kali. Jangan anggap Anda akan baik-baik saja, walaupun menggunakna data palsu dan mungkin VPN terbaik sekalipun. Masih banyak ahli IT yang lebih ahli daripada Anda.

Sebaiknya Bagaimana Menggunakan Social Media?

Sebaiknya bagaimana menggunakan social media? Aduh kalau ada pertanyaan ini, sebenarnya jawabannya sudah pasti. Norma-norma di dunia nyata sebenarnya berlaku juga di dunia maya. Jangan karena dianggap tidak ada yang mengawasi di dunia maya, Anda bebas berbuat apapun.

Berkatalah dengan santun. Jangan menebar kebencian. Jadikan social media Anda adalah penyebar kebaikan. Jujurlah dalam menggunakan social media.

Oh ya, akhir-akhir ini banyak banget tersebar berita hoax di social media. Mungkin ada beberapa berita yang memang hoax. Seseorang melihat berita tersebut. Dia terpancing emosinya atau mungkin dia tidak paham. Akhirnya dia pun ikut menyebarkan berita hoax tersebut. Siapa yang salah? Dia juga termasuk salah.

Jeli melihat postingan di social media. Jangan sampai terjebak berita bohong, palsu, sarat akan kebencian. Ada memang beberapa orang, sebenarnya ingin menyebarkan kebaikan. Namun, karena dia tidak jeli memperhatikan, tanpa sadar dia menyebarkan berita hoax.

Jeli melihat berita yang ada. Lihat berbagai sumber. Jangan terlalu mudah percaya pada satu berita, apalagi sumbernya tidak jelas.

Penutup

social media

Apakah penggunaan social media dilarang? Mengingat sangat banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Sebenarnya bukan dilarang namun diawasi ketat. Karena walaupun banyak dampak negatif, banyak juga kok dampak positif dari social media.

Misalnya meningkatkan penjualan bagi pengusaha UKM, menyebarkan kebaikan melalui social media, mendekatkan yang jauh, mempererat persaudaraan, mempermudah mendapatkan informasi, dan masih banyak lagi dampak positif social media.

Namun yang pasti, dalam menggunakan social media, tetap berperilaku sopan santun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *