Home / Motivasi Diri / Apakah Ada Orang Sukses Instan dan Bertahan Lama?
Apakah Ada Orang Sukses Instan dan Bertahan Lama

Apakah Ada Orang Sukses Instan dan Bertahan Lama?

Banyak orang berkata kalau sukses itu membutuhkan usaha keras. Selain membutuhkan usaha yang keras juga pengorbanan yang besar pula. Namun, tidak dipungkiri lagi kalau ada segelintir orang yang tiba-tiba sukses instan. Bagaikan durian runtuh di siang bolong, rasanya kesuksesan dia tidak bisa dipercaya. Namun, apakah ada orang yang sukses instan dan bertahan lama?

Sebuah kisah fiksi mengenai kisah kesuksesan:

Abdul adalah seorang yang berasal dari desa. Dia ingin merantau ke kota besar, karena dia ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Abdul meminta ijin dan restu dari kedua orang tuanya. Meskipun kedua orang tuanya begitu berat mengijinkannya namun mereka tetap mengijinkan dan merestui Abdul.

Abdul pergi ke kota dengan menggunakan sampan. Dia ditemani oleh temannya, ditemani hanya sampai di kota doang. Setelah itu temannya meninggalkan Abdul sendirian. Dan inilah yang terjadi, Abdul sendirian di kota.

Bertahan hidup di kota besar sangat sulit, butuh usaha yang keras. Kegagalan dan kegagalan terus menerpa Abdul. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah ide usaha. Namun usaha dia tidak bisa dijalankan di kota besar karena berbagai pertimbangan.

Dengan bekal ilmu yang dia bawa, dia kembali ke desa. Mengembangkan ide usaha dia. Setahun, dua tahun, sepuluh tahun berikutnya, Abdul menjadi pengusaha sukses. Di umurnya yang sudah terbilang senja, dia menggapai keinginan dia untuk sukses. Dia kaya tapi dermawan. Dia memiliki banyak harta namun tidak kikir.

Bandingkan dengan kisah berikut:

Abdul berasal dari desa, dia pergi merantau ke kota besar. Hidup di kota besar begitu sulit, namun anehnya Abdul tidak merasakan demikian. Wajahnya yang tampan membuat agent bakat meliriknya. Dia ditarik ke dunia selebriti. Hingga akhirnya Abdul sepakat untuk membuat drama dengan artis senior.

Drama berlangsung, pemberitaan dimana-mana. Abdul menjadi terkenal dengan sekejap. Rasanya dia telah sukses di dunia entertainment. Dia mendapatkan segalanya, kekayaan dan wanita yang cantik.

Namun, lima tahun setelahnya, perlahan tapi pasti popularitas Abdul semakin berkurang. Seberapa sering pun Abdul membuat drama baru menjadi tidak menarik lagi. Banyak penonton mengabaikan Abdul.

Hingga akhirnya dia dikeluarkan dari entertainment. Dunia entertainment sangat sibuk sehingga Abdul tidak mempunyai plan B. Dia juga terlalu nyaman menikmati kesuksesan akibat drama tersebut. Dia tidak mempunyai tabungan yang cukup. Perlahan tapi pasti, akhirnya kehidupan dia sama seperti kehidupan dia sebelum merantau, bahkan lebih parah.

Untuk mencapai sukses memang banyak cara yang didapat. Bisa dengan bekerja keras tanpa henti dan pengorbanan yang besar. Hingga akhirnya sukses di usia senjanya. Menikmati masa pensiun bersama cucu dan anak.

Namun ada juga denga kesuksesan instan. Seolah itu adalah durian jatuh atau emas yang jatuh dari langit dan kebetulan berada di hadapannya. Kadang tidak perlu usaha dan pengorbanan, kesuksesan datang dengan sendirinya.

Namun diingat, hidup bagaikan roda. Kadang di atas kadang juga di bawah. Ketika orang yang berusaha keras, sangat jarang terlihat kekayaannya tiba-tiba jatuh. Yang ada secara perlahan jatuh.

Namun bagi orang yang sukses secara instan sering banget kita lihat kekayaannya jatuh begitu cepat. Rasanya kemarin dia mempunyai rumah besar milik pribadi namun sekarang dia berada di rumah kontrakan.

Orang sukses karena usaha banyak belajar

Inilah perbedaan dasar dari orang yang sukses dari kerja keras dengan orang yang sukses secara instan. Orang yang sukses dari kerja keras, dia mendapat pengalaman yang berharga. Dia menemukan suatu rumus untuk terus mendaki sampai puncak. Dia juga mengerti bagaimana kesuksesan itu datang dan bagaimana pergi. Dia mampu mengantisipasi bila hal tidak terduga terjadi.

Namun bagi orang yang sukses secara instan, dia tidak mengerti mengenai kerja keras. Dia tidak mengerti dengan plan B. Dia juga tidak mengerti mengantisipasi bila harta kekayaannya secara perlahan menghilang. Dia hanya mengerti bagaimana cara menghabiskan uang dengan senang-senang. Dia tidak mengerti bagaimana cara menghasilkan uang.

Sehingga tidak sedikit kita lihat orang yang kaya secara instan, jatuh miskinnya juga instan banget. Rasanya baru kemarin sore dia kaya/terkenal, eh tidak tahunya dia sudah dibawah kita kedudukannya secara ekonomi.

Pengalaman mengubah pola pikir tentang uang

Banyak yang Berhenti di Tengah Jalan Karena Tidak Fokus

Awalnya mungkin kita banyak setuju kalau uang itu untuk transaksi. Mau beli mainan perlu uang, beli susu perlu uang, beli smartphone, beli rumah, dll rasanya uang itu adalah benda yang sangat berharga.

Namun bagi orang yang kaya secara instan, dia merasa uang itu tidak begitu berharga. Terbukti dari kita lihat sikap mereka di kehidupan sehari-hari. Pergi ke tempat terkenal dengan membawa pakaian merek termahal. Apapun yang menari minatnya dia bakal beli. Bahkan untuk membeli batu apung pun dia bakal beli.

Namun hal ini berbeda dengan orang kaya karena kerja keras. Dari awal dia memang sudah memahami apa pentingnya uang. Masih sama sih dengan orang kaya secara instan. Namun orang kaya dengan kerja keras mengetahui cara untuk menghasilkan uang.

Orang yang bekerja keras itu tahu cara menghasilkan uang. Walaupun penghasilan tidak begitu significant, namun itulah planning ke depan. Seperti dengan menginvestasikan hartanya, bisa mengikuti saham, reksadana, obligasi, dll.

Dengan demikian, dia menyimpan yang sekaligus menghasilkan uang. Sehingga jika orang sukses karena usaha jatuh, jatuhnya perlahan-lahan.

Hal ini mungkin karena pengalaman. Orang kaya sukses karena kerja keras memiliki pengalaman yang sangat banyak, mungkin sudah tidak terhitung jumlahnya. Dia dengan senang hati mencoba hal baru. Mendapat efek samping baru dan mendapat ilmu baru, tidak menyerah.

Namun bagi orang kaya secara instan masih belum banyak pengalaman. Yang dia mengerti adalah harta yang begitu banyak di hadapan wajahnya.

Orang sukses secara instan belum bermental sukses

Apa itu mental sukses? Salah satu perbedaan yang paling mendasar mental orang sukses dengan belum sukses adalah bagaimana cara mereka mengelola keuangan. Orang yang bermental kurang sukses cenderung menabung dan menghabiskan uang dengan cara berfoya-foya. Sedangkan orang yang bermental sukses cenderung untuk berinvestasi.

Maka tidak heran kita lihat di kehidupan sehari-hari. Orang yang mendapat rezeki berlebih lebih memilih berfoya-foya. Baru dapat rezeki yang lebih dari cukup maka dia pun pergi berjudi, minuman keras, atau membeli barang mewah.

Kebiasaan seperti itu sangat tidak baik. Dengan demikian uang akan habis dengan cepat dan tidak dapat bertahan. Apalagi, kebiasaan buruk itu sangat sulit untuk ditinggalkan. Misalnya saja ada orang yang terbiasa hidup foya-foya, setiap malam selalu pergi ke tempat hiburan malam. Waktu itu sih uang yang dia miliki berlimpah. Namun ketika uang yang dimiliki tidak berlimpah alias jatuh miskin, dia akan tetap berusaha pergi ke tempat hiburan malam. Karena menurutnya di situlah letak dia menemukan kesenangan, kecuali kalau dia berubah menjadi lebih baik.

Ada sih orang yang sukses secara instan. Namun jika diperhatikan, kekayaan dia tidak bertahan lama. Hal ini mungkin karena dia belum siap untuk menjadi orang sukses. Dirinya belum terlatih. Namun bagi orang yang sukses dengan kerja keras, dia semakin terlatih dan terlatih, sehingga dia pandai mengatur kesuksesannya dan itu cukup bertahan lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *