Home / Pengembangan Diri / 15 Tips Agar Percaya Diri Dimanapun dan Kapanpun
agar percaya diri

15 Tips Agar Percaya Diri Dimanapun dan Kapanpun

cara percaya diri didepan wanita, di depan umum, bergaul, maupun di sekolah, memang tidaklah mudah. Hal ini bagi orang yang memiliki kepribadian tertutup, misalnya memiliki kepribadian introvert. Bagi orang yang memiliki kepribadian ekstrovert, agar percaya diri memang sulit juga, tapi tidak sesulit bagi orang yang memiliki kepribadian tertutup.

Apa keuntungan dari percaya diri tersebut? Tentu saja sangat banyak keuntungan yang didapat. Salah satunya mampu menyampaikan pendapat di muka umum. Menyampaikan pendapat tersebut sangat penting sekali.

Dan juga, dalam lingkungan pekerjaan, penuh yang namanya kepercayaan diri penuh. Karena dalam lingkungan pekerjaan penuh yang namanya berkomunikasi dengan orang lain, kerja kelompok, dan bertemu dengan orang baru. Jika tidak percaya diri, tentu akan tenggelam di tempat yang sama. Misal, selamanya menjadi karyawan saja, tanpa ada kenaikan jabatan. Hal tersebut tentu tidak baik.

Agar Percaya Diri dan Berani

Tanpa mempersingkat kata, berikut 15 tips agar percaya diri dan berani.

1. Kenali ketidaknyamanan diri sendiri

Langkah pertama cara menumbuhkan rasa percaya diri pada diri sendiri adalah dengan mengenali ketidaknyamanan pada diri sendiri. Misalnya, Anda tidak nyaman bila berkumpul dengan orang baru dan suasana baru. Atau Anda tidak nyaman dengan keadaan yang berisik. Atau Anda tidak nyaman dengan keadaan yang tertib.

Setiap orang memiliki rasa ketidaknyamanan tersebut. Maka, agar percaya diri, mulailah mensiasati ketidaknyamanan tersebut. Bisa jadi dengan menggunakan beberapa trik, agar Anda merasa nyaman, atau Anda mencari cara baru untuk mengalahkan ketidaknyamanan diri sendiri.

Untuk mengenali ketidaknyamanan diri sendiri tentunya harus menjadi diri sendiri terlebih dahulu. Jika Anda menjadi orang lain, tentu saja Anda akan kesulitan untuk mengetahui diri sendiri. Namun, jika Anda menjadi diri sendiri, tentu barang mudah mengetahui diri sendiri.

Dan perlu diingat, terkadang, ada juga orang yang terikut dengan perkataan orang. Misalnya, teman Anda misal si A mengatakan kalau berbicara di depan umum itu mengerikan. Seakan mata orang tertuju untuk menerkam dirinya. Secara tidak sadar, alam bawah Anda mengatakan kalau berbicara di depan umum itu begitu mengerikan. Sehingga Anda tidak percaya diri. Maka dari itu, pilih-pilih juga informasi yang akan diserap dari perkataan orang, agar percaya diri dan berani.

2. Buang pikiran negatif

Katanya, salah satu cara agar percaya diri di depan umum dengan membuang pikiran negatif. Hmm … sepertinya itu ada benarnya juga sih. Karena ketika ingin tampil misalnya, pasti banyak pikiran negatif yang muncul, sehingga rasa gugup yang awalnya biasa saja menjadi luar biasa. Akhirnya, diri menjadi tidak percaya diri.

Misalnya nih, Anda adalah pria yang sedang jatuh cinta kepada seorang wanita. Dia sangat cantik, lembut, dan penyayang. Pokoknya mampu membuat Anda terbuai oleh kehadirannya. Anda awalnya nih tidak kenal dengan wanita itu. Anda berusaha untuk mendekatinya, bahasa sederhananya melakukan PDKT. Tentu banyak sekali pikiran negatif yang menghantui Anda. Yang nantinya si wanita bakal cuek, menolak Anda, bahkan tidak ditanggapi sama sekali. Jika pikiran negatif tersebut dituruti, tentu Anda tidak percaya diri dan akhirnya, Anda mengurungkan niat untuk mendekatinya.

Maka dari itu, agar percaya diri buang pikiran negatif tersebut. Apakah Anda tahu, kalau sebagian besar pikiran negatif tersebut tidak terbukti seutuhnya. Bahkan ada yang salah besar. Misal, Anda ingin berbicara di depan umum. Pikiran negatif muncul dan mengatakan kalau Anda akan dipermalukan habis-habisan. Namun, ketika Anda setelah selesai berbicara di depan umum, justru tepuk tangan dan pujian yang menyertai Anda.

Pada artikel psychology today juga menyebutkan, “Membangun pikiran yang positif mampu meningkatkan kepercayaan diri.”

3. Menjadi diri sendiri

cara menjadi diri sendiri

Menjadi diri sendiri apa adanya memang sulit, bagi sebagian besar orang, dan sangat mudah bagi sebagian kecil orang. Karena ketika kita memakai topeng, maka kita berusaha untuk menjadi yang menyenangkan berdasarkan apa yang orang lihat. Padahal, menggunakan topeng itu amat melelahkan.

Ada yang bilang, “Agar percaya diri maka buanglah topeng jauh-jauh. Topeng itu hanya membuat seseorang semakin terpuruk dalam kepercayaan diri,” hmm … anggapan tersebut memang ada benarnya sih. Walaupun tidak seratus persen benar, namun bisa dikatakan delapan puluh persen benar.

Maka dari itu, jangan biasakan diri memakai topeng. Jika ingin memakai topeng, pakailah seadanya saja. Jangan sampai memakai topeng keseluruhan sehingga diri sendiri tidak ditunjukkan. Hal tersebut mampu membuat seseorang depresi, katanya.

4. Menggali kemampuan diri

Cara agar percaya diri dan berani dengan menggali kemampuan diri, alias dengan meningkatkan kelebihan diri sendiri. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Orang-orang hebat di luar sana, karena mereka menggali kelebihan yang ada di dalam diri mereka. Sebaliknya, orang-orang yang terburuk, adalah mereka yang tidak tahu akan kemampuan diri sendiri.

Misalnya nih, Anda ingin mempresentasikan skripsi Anda. Anda sudah membuat skripsi tersebut dan melakukan penelitian berbulan-bulan. Yakinlah, jika Anda melakukan penelitian seadanya, dan membuat skripsi seadanya juga, atau membayar orang menulis skripsi, ketika sidang, Anda akan gugup banget. Bahkan, untuk berkata “halo” saja kepada dosen penguji skripsi akan kesulitan.

Namun, jika Anda betul melakukan penelitian dan bersungguh-sungguh menulis skripsi tersebut. Gugup sih masih gugup, tapi gugup tersebut persentasinya sangat kecil. Anda lebih percaya diri untuk menyampaikan hasil. Dosen penguji bukanlah beban bagi Anda. dan Anda tidak takut bila dosen penguji menguji Anda habis-habisan.

Banyak banget contoh nyata, dengan kemampuan diri yang lebih baik, mampu meningkatkan kepercayaan diri. Dr. Kachovska pada artikel thrive global menyebutkan, “Salah satu meningkatkan kepercayaan diri adalah dengan meningkatkan kemampuan diri sendiri. Kemampuan diri yang meningkat, otomatis meningkatkan kepercayaan diri.”

Jadi, agar percaya diri, tingkatkan apa yang menjadi kelebihan diri sendiri. Jangan fokus kepada kekurangan diri, tapi fokus kelebihan diri sendiri.

5. Membiasakan melatih mental terutama berbicara dan berpendapat

Kraus, Nina PhD, White-Schwoch, dan Travis dalam journal yang berjudul Confident, Concise Communication menyebutkan, “Hal yang paling penting agar percaya diri adalah dengan melatih mental. Jika masih belum bisa melatih mental di khalayak umum, latihlah dulu dengan diri sendiri, misalnya berlatih di depan cermin. Atau bisa juga melakukan simulasi berbicara di depan umum.

Maka, untuk meningkatkan kepercayaan diri, jangan takut untuk berlatih mental. Contoh sederhananya, pada saat melakukan PDKT untuk pertama kali, pasti ada rasa gugup yang teramat sangat. Namun, setelah melakukan PDKT kedua, ketiga, bahkan kelima, rasa gugup tersebut tidak terasa lagi. Karena telah terbiasa melatih mental dalam melakukan PDKT.

6. Tingkatkan ilmu pengetahuan

cara meningkatkan kecerdasan otak

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan diri sendiri? Caranya adalah dengan meningkatkan ilmu pengetahuan. Bagaimana cara meningkatkan ilmu pengetahuan? Belajar!

Kenapa harus belajar? Karena itu satu-satunya cara meningkatkan ilmu pengetahuan. Bisa belajar dalam memahami teori, bisa juga belajar dalam memahami praktik, dan bisa juga belajar dalam memahami teori dan praktik. Belajar bukan hanya di sekolah saja, duduk, diam, dan dengarkan. Atau belajar pada saat mendekati UN, SBMPTN, atau ujian sekolah. Namun di kehidupan sehari-hari juga kita selalu belajar.

Misalnya, ketika Anda ingin memasak telur, dan Anda baru pertama kali akan memasak telur. Bagaimana Anda mengatasi masalah tersebut? Bisa Anda bertanya ke pada ahli masak telur, atau melihat artikel tips memasak telur. Dan setelah memahami dasar-dasar teori, barulah Anda mulai memasak. Dan bisa juga, Anda langsung mencoba memasak telur, dan Anda paham nantinya cara memasak telur berdasarkan pengalaman.

Hal tersebut bisa dikatakan kita belajar dalam kehidupan sehari-hari. Memang sih sepele terlihat, namun itulah belajar. Mengubah seseorang yang tidak tahu menjadi tahu.

Jangan malas belajar. Belajar di sekolah, maupun belajar di kehidupan sehari-hari. Dan juga, jangan takut mencoba hal baru, selama hal baru tersebut masih di ranah positif. Karena pengalaman adalah pelajaran yang paling baik.

7. Jangan takut mencoba

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, pengalaman adalah pelajaran yang paling baik. Selama hal tersebut masih di ranah yang positif, misal mencoba melatih kecerdasan emosional, maka jangan takut, cobalah. Karena nantinya akan banyak pelajaran yang diambil.

Banyak orang dengan ketidakpercayaan diri yang rendah karena takut mencoba, terutama mencoba hal baru. Misalnya, ada seorang anak, anak tersebut diberi nama A, tidak percaya diri. Karena setiap mengajukan pendapat, dia tidak berani. Dia hanya berani mengajukan pendapat di depan sahabatnya saja. Sedangkan mengajukan pendapat ke orang lain, dia takut.

Ada juga seorang anak, anak tersebut diberi nama B. Dia tidak takut untuk mengajukan pendapat. Sering kali, dia memberikan pendapat di berbagai pertemuan. Dia memang terkenal dengan kepercayaan dirinya.

Namun, beberapa tahun sebelumnya. Kadar kepercayaan diri antara anak A dan B sama. Mereka sama-sama takut untuk mengajukan pendapat di muka umum. Namun, A tidak mencoba untuk mengajukan pendapat, sedangkan B mencoba untuk mengajukan pendapat. Alhasil, beberapa tahun kemudian, si B semakin percaya diri sedangkan si A masih tidak percaya diri.

8. Kesulitan pertama kali itu wajar

Nah, ini yang perlu diketahui. Pada saat pertama kali mencoba serasa sulit itu wajar. Tidak ada orang yang merasa mudah pada pertama kali mencoba. Anda mencoba untuk berbicara dengan lawan jenis yang mencuri hati Anda untuk pertama kalinya, wajar rasanya gugup banget, terasa sangat sulit.

Jadi, jangan takut untuk mencoba. Pertama kali rasanya sulit itu wajar. Yang tidak wajar itu, di sudah wajar kalau percobaan pertama kali itu sulit, namun dia masih tidak berani mencoba. Dia tahu, semua orang pasti gugup saat berbicara di depan umum pertama kalinya. Namun, dia tetap tidak berani berbicara di depan umum.

9. Jangan diam di tempat

Bisa juga disebut, “Jangan diam di kandang sendiri,” berada di tempat atau di kandang sendiri memang nyaman. Namun, bila terus diam di tempat tidak akan membuat Anda percaya diri.

Agar percaya diri ya jangan diam di tempat. Keluarlah dari zona nyaman. Anda telah nyaman untuk berbicara di depan kelas. Anda merasa ahli dalam berbicara di depan kelas. Namun, ada tantangan lain. Bagaimana jika Anda berbicara di depan khalayak ramai, apakah Anda berani. Tentunya itu termasuk keluar dari zona nyaman.

Banyak dari kita, ketika telah nyaman, tidak berani untuk keluar dari zona nyaman. Telah nyaman berbicara di depan kelas. Namun, ketika ditugaskan berbicara di khalayak ramai dia tidak berani.

10. Berpenampilan menarik

Berpenampilan menarik juga merupakan cara meningkatkan percaya diri dalam bergaul. Dalam bergaul, tentu saja penampilan merupakan salah satu tolak ukur, tapi bukan itu yang paling utama. Belum lagi kalau berbicara di depan khalayak umum, tentunya penampilan harus menarik. Ehm, jika percaya diri pada saat PDKT juga harus berpenampilan menarik.

Kadang kita berpikir wajar sih seseorang tidak percaya diri, baik dalam bergaul, berbicara pada khalayak ramai, maupun kepada orang yang dicintainya. Karena penampilannya tidak menarik. Bagaimana orang lain memuji atau melihat orang tersebut, jika penampilannya tidak menarik.

Penampilan menarik tidak harus berwajah tampan atau cantik maksimal. Kalau penampilan rapi, sesuai aturan yang berlaku, otomatis ketampanan ataupun kecantikan akan meningkat signifikan. Namun, kalau penampilan buruk, tidak rapi, alias urak-urakan, ketampanan atau kecantikan akan menurun secara signifikan pula.

11. Lakukan persiapan semaksimal mungkin

Ada juga beberapa kasus, orang yang tidak percaya diri karena mereka yang tidak mempersiapkan segalanya semaksimal mungkin. Bahkan, semakin tidak percaya diri karena persiapannya tidak ada. Hal tersebut wajar sih.

Contoh kasus nyata adalah ketika melakukan sidang skripsi. Agar percaya diri saat sidang, seseorang akan melakukan persiapan secara maksimal. Mulai dari melakukan penelitian secara maksimal, melakukan penulisan skripsi semaksimal mungkin, bahkan mulai mempelajari kembali skripsi yang telah ditulis sebelum sidang dengan maksimal. Maka, ketika dia sidang, dia tampil percaya diri.

Dan ada juga orang yang begitu ketakutan saat sidang skripsi, karena tidak mempersiapkannya secara maksimal. Dia hanya melakukan penelitian seadanya, skripsinya mungkin ditulis ada adanya atau ditulis orang lain. Alhasil, ketika dia ingin mempelajari isi skripsinya, tidak akan berhasil dipelajari seutuhnya. Dan ketakutan saat sidang dimulai, rasanya sidang skripsi itu adalah teror yang akan mencabut nyawanya.

12. Lupakan hasil maksimal

Gagal Dalam Hidup

Terkadang, seseorang semakin tidak percaya diri, karena menginginkan hasil yang maksimal. Sehingga pikiran negatif itu mulai menyerang dirinya. Alhasil, dia semakin tidak percaya diri. Dia sendiri yang menciptakan dirinya tidak percaya diri.

Usaha boleh dilakukan semaksimal mungkin, karena itu adalah keharusan. Namun, jangan terlalu memikirkan hasil yang maksimal. Jangan terlalu mengejar kesempurnaan, karena hal tersebut justru menjatuhkan Anda.

Lakukan persiapan semaksimal mungkin, dan tunjukkan kepada dunia kalau Anda orang yang percaya diri. Jangan takut karena dihantui pikiran negatif. Lupakan hasil yang maksimal. Usaha telah maksimal, urusan hasil itu belakangan. Namun, harus diingat pula, “Hasil tidak akan mengkhianati usaha.”

13. Aktif berorganisasi

Kepercayaan diri didapat pada latihan mental dalam terus berbicara di depan khalayak ramai (nap.edu). Dan cara gratis untuk dapat berbicara di depan umum dengan berorganisasi.

Di organisasi, kita dilatih untuk terus mengungkapkan pendapat. Bahkan diberikan pelatihan gratis untuk mengungkapkan pendapat dan berbicara di depan khalayak ramai. Wah, bermanfaat sekali dan gratis pula.

14. Bersyukur

Kenapa bersyukur membuat seseorang agar percaya diri? Dalam contoh kasus nyata, seseorang memiliki kelebihan menulis namun memiliki kekurangan dalam berbicara. Jika dia tidak mensyukuri kelebihan yang dimiliki, justru terus menyalahkan takdir karena kekurangannya, tentu dia semakin tidak percaya diri. Karena yang dipikirkannya adalah kekurangannya dalam berbicara.

Namun, bayangkan jika dia mensyukuri kelebihan yang dimilikinya. Dia mulai memperdalam kelebihannya. Belajar dengan sungguh-sungguh dalam mengembangkan kelebihan yang dicapainya. Sehingga dia menjadi orang hebat berkat kelebihan sederhana.

Suatu ketika, dia adalah orang yang berhasil itu diminta untuk berbicara. Walaupun dia memiliki kekurangan, kemungkinan besar dia tidak malu. Dia bahkan menunjukkan kalau dia memiliki kekurangan dalam berbicara. Dan orang lain, maklum akan kekurangan tersebut. Tidak ada yang berani merendahkannya karena kekurangan yang dia miliki.

Bersyukurlah dengan apa yang dimiliki. Karena ada hikmah dibalik semua itu. Apapun kelebihan dan kekurangan yang diberikan Tuhan, bersyukurlah dan terus meningkatkan kemampuan kelebihan yang dimiliki.

15. Berdoa sebelum melakukan sesuatu

Ini adalah tips yang simple dan sering dilupakan orang banyak, namun tips ini sangat ampuh. Ketika kita berdoa sebelum melakukan sesuatu, entah kenapa rasa percaya diri itu meningkat secara signifikan. Seolah ada sesuatu hal yang mendorong kepercayaan diri.

Jadi, jangan lupakan untuk berdoa sebelum melakukan sesuatu.

Penutup

Sebagian orang, agar percaya diri itu terasa sulit, namun sebagian lain tidak. Teruslah berusaha agar menjadi orang yang percaya diri. Karena kepercayaan diri itu didapat dari pengalaman yang terus belajar dan mencoba. Bukan didapat secara instan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *