Home / Pengembangan Diri / 8 Cara Menghadapi Orang yang Tidak Disukai
8 Cara Menghadapi Orang yang Tidak Disukai

8 Cara Menghadapi Orang yang Tidak Disukai

Manusia adalah makhluk yang bersosialisasi, tidak bakal bisa sendirian. Coba deh Anda terlantar sendirian di tengah pulau, bakal tersiksa tuh batin. Namun, dalam hal bersosialisasi, pasti ada yang namanya orang yang disukai dan tidak disukai. Sifat setiap manusia berbeda-beda, maka dari itu kemungkinan adanya ketidakcocokan itu pasti ada. Namun, bagaimana cara menghadapai orang yang tidak disukai?

Bermacam-macam reaksi orang menghadapi orang yang tidak disukai. Ada yang menunjukkan secara langsung. Seperti dengan terang-terangan dia menunjukkan kalau dia tidak suka. Bisa dengan tatapan membenci, bisa juga dengan ajak berantem. Iya sih, mirip dengan anak-anak.

Ada juga yang dewasa banget sikapnya. Iya, si A itu tidak disukai si B. Namun si B tetap berteman dengan si A. Terkadang si A tidak menyadari kalau sebenarnya si B membenci si A. Wah … ini nih si B adalah orang yang level ekspert. Mampu menyembunyikan ketidaksukaannya.

Menghadapi Orang yang Tidak Disukai

Nah, tanpa mempersingkat kata. Bagaimana cara menghadapi orang yang tidak disukai?

1. Sadarilah bahwa tidak semua orang kita sukai

Manusia ini sangat banyak, jumlahnya sudah triliunan. Teman Anda juga sebenarnya banyak banget. Dan yang harus Anda sadari, ketahuilah bahwa tidak semua orang tersebut cocok dengan kita. Jangankan teman yang tidak begitu akrab, terkadang kita dengan orang tua atau anak, terdapat ketidakcocokan.

Tidak semua orang satu paham dengan kita. Banyak banget manusia yang berselisih paham dengan kita. Tidak semua orang tunduk kepada kita. Banyak banget manusia yang justru menunjukkan perlawanan. Sadari hal tersebut, karena hal tersebut adalah biasa.

Sifat manusia tidak hanya satu macam. Bahkan ada sifat yang tersembunyi. Banyak dari manusia bersembunyi di balik topeng.

Jadi sedini mungkin, sadarilah bahwa tidak semua orang bisa kita sukai. Ada beberapa orang yang nantinya kita tidak sukai. Hal ini adalah lumrah. Semua orang mengalami hal tersebut. Kalau kita sudah menyadarinya, jadi kalau suatu hari kita menemukan orang yang tidak kita sukai, kita mampu menghadapinya dengan santai.

2. Bersabar dan tidak peduli terhadap orang tidak disukai

Orang yang tidak disukai tersebut ternyata adalah rekan kerja kita, teman kelompok, tetangga, atau apapun itu yang mengharuskan dia dan Anda berdekatan. Janganlah langsung menunjukkan permusuhan karena itu tidak baik. Bersabarlah menghadapi dia.

Iya sih, sabar menghadapi orang yang tidak disukai itu sulit banget. Misalnya, kita tidak suka dengan si dia karena dia selalu menyebarkan fitnah tentang kita. Awalnya sih bersabar. Namun lama-kelamaan fitnah yang dia sebar semakin mengerikan. Huh … ingin rasanya membentak si dia.

Tidak peduli saja kepada dia. Apapun yang dia katakan dan lakukan, jangan peduli. Toh bukan urusan kita juga. Iya sih, entah kenapa gitu, kalau kita tidak suka sama seseorang, kita semakin peduli. Kita semakin memperhatikan sikap dan perkataan dia, yang nantinya membuat kita semakin tidak suka.

3. Sopan santun kepada orang tidak disukai

Nah, cara menghadapi orang tidak disukai bermacam-macam. Ada orang yang langsung marah-marah gitu, langsung menunjukkan ketidaksukaan mereka. Asal ketemu orang yang tidak dia suka, dia marah. Kelihatan banget kalau orang seperti ini memiliki sifat kekanakan. Bayangkan deh kalau tiba-tiba orang yang tidak dia sukai menjadi rekan kerja. Waduh, semakin tidak profesional kelihatannya.

Cara yang paling ampuh menghadapai orang tidak disukai adalah dengan sopan santun. Lembut sikap kita ke dia, kalau bisa si dia tidak mengetahui kalau kita tidak suka kepada dia. Hal ini memang memberikan keuntungan tersendiri. Bayangkan deh ternyata dia adalah rekan kerja atau klien penting. Jadinya kan urusan sedikit dipermudah.

Jadi, mulai deh berlatih memakai topeng bagi yang tidak terbiasa. Bukan topeng betulan ya, tapi topeng menutupi hati kita sebenarnya. Kita benci kepada dia, namun hal yang kita tunjukkan adalah kita akrab kepada dia.

Tapi yang harus diingat, jangan menggunakan topeng terlalu lama atau terlalu dalam. Setiap bertemu dengan orang menggunakan topeng. Bahkan bertemu dengan orang yang disayang juga menggunakan topeng. Karena hal tersebut akan menghancurkan Anda suatu hari nanti. Bukan fisik, namun batin Anda.

4. Sadarilah tidak semua orang memenuhi harapan kita

Harapan kita kepada seseorang, dia akan menjadi teman yang pengertian. Mendampingi di saat susah maupun senang. Namun kenyataan, tidak seperti yang diharapkan. Berapa banyak sih teman yang mendampingi di kala kita susah? Kalau di kala kita senang sih banyak banget.

Jadi Anda harus menyadari bahwa tidak semua orang memenuhi harapan kita. Hanya segelintir saja yang memenuhi harapan, itulah sahabat dan keluarga.

Jika ada orang yang tidak memenuhi harapan, misalnya dia suka banget ngutang tapi selalu mengelak kalau ditagih, kita tidak perlu membenci dia. Kita sudah menyadari kalau banyak banget orang seperti dia. Yang kita lakukan kemudian adalah berhati-hati bila berurusan dengan si dia.

Kita bukan menunjukkan kebencian kepada orang yang tidak disukai. Tapi menunjukkan kehati-hatian. Kita bukan menunjukkan kebencian secara terang-terangan. Kita terlihat akrab kepada orang yang tidak disukai, namun kita berhati-hati kepada dia.

5. Jangan terus memikirkan orang tidak disukai

bersabar dengan memaafkan

Hal ini rasanya lumrah banget. Kalau kita tidak menyukai seseorang, disengaja atau tidak disengaja, kita selalu memperhatikan dia. Mencari-cari kesalahan dia. Bahkan, terkadang kita menemukan prestasi dia dan kita benci dengan prestasi tersebut. Kita menemukan keburukan dia dan tanpa sadar kita menyebarkan keburukan dia kepada orang lain.

Jangan lakukan demikian, jangan. Hal tersebut justru akan memperpanjang masalah. Sebaiknya jangan memikirkan orang tidak disukai. Jangan habiskan waktu dan pikiran hanya untuk mencari-cari kesalahan si dia.

Lebih baik Anda fokus untuk mengembangkan diri sendiri, hal ini justru lebih berguna. Daripada melakukan hal tidak berguna, beribu-ribu lebih baik melakukan hal yang berguna.

6. Relaksasi

Selalu berada di dekat orang yang tidak disukai bukanlah hal mudah loh, kadang menimbulkan stress. Maka dari itu, coba deh lakukan relaksasi pada waktu luang. Melapangkan pikiran, hal ini sangat baik untuk kesehatan jasmani dan rohani.

Sudah selalu di dekat orang tidak disukai, stress memuncak. Si dia sih tidak ada masalah apa-apa. Toh dia tidak stress. Yang menjadi masalah Anda. Anda yang menjadi stress karena si dia.

7. Coba deh berbicara baik-baik

Pastinya ada perkara satu atau dua hal yang membuat Anda tidak menyukai dia. Entah itu karena kebiasaan atau sifat dia. Coba deh bicara baik-baik.

“Sebenarnya aku tidak suka dengan keterlambatanmu. Kamu membuat kita selalu dimarahin bos.”

Dengan berbicara baik-baik, semoga saja ada perbaikan dari masing-masing pihak. Sehingga ketidaksukaan nantinya menjadi kesukaan.

Tapi ingat, bicara baik-baik. Jangan dengan emosi yang memuncak terus Anda bicara kepada dia. “Dengar ya, gara-gara kamu yang selalu terlambat, aku dimarahin bos!” Kalau seperti ini sih masalah tidak bakal selesai. Yang ada justru menambah masalah baru.

8. Jika memang tidak bisa diperbaiki, hindari dia

Iya sih, ada kalanya kita telah sabar menghadapi dia, tidak memikirkan dia, sudah bicara baik-baik, tapi si dia tidak mau berubah. Justru kelakuannya semakin parah, kita semakin tidak suka dengan dia.

Kalau sudah di tahap ini, lebih baik kita menghindari dia. Sebisa mungkin jangan berurusan dengan dia. Yang ada, kalau berurusan dengan dia membuat kepala pusing.

Hindari dia dengan senyuman, jangan hindari dengan tatapan kasar. Tetap menggunakan topeng, menunjukkan kalau Anda sebenarnya akrab dengan dia. Namun, selalu menghindari setiap bertemu dengan dia.

Ada yang bilang menghindari itu adalah pengecut. Namun, terkadang lebih baik menghindar daripada menimbulkan masalah yang semakin besar.

Penutup

Tidak semua orang kita sukai, tidak mungkin. Pasti ada bertemu dengan orang yang tidak disukai. Hal ini adalah proses kehidupan dunia. Maka dari itu, cara menghadapi orang tidak disukai adalah bersikap dewasa. Jangan langsung menunjukkan kebencian, langsung marah-marah kepada dia. Tersenyum, sabar, tapi menghindari dia, ini justru lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *