7 Gejala dan 14 Cara Mengatasi Insomnia

Cara Mengatasi Insomnia

Insomnia itu adalah penyakit, yang tentu saja jika yang namanya penyakit pasti tidak baik untuk manusia. Namun, penyakit ini kadang tidak disadari oleh penderita. Maka dari itu, ada cara mengatasi insomnia untuk hidup lebih sehat.

Untuk informasi lebih awal. Manusia disarankan tidur berkisar antara 6 – 8 jam sehari, jika kurang dari itu, maka manusia akan rentan terserang penyakit.

Jenis-Jenis Gangguan Insomnia

Insomnia dapat dibagi menjadi tiga jenis, sesuai dengan gejala medias ataupun psikologis penderita. Ketiga jenis gangguan insomnia tersebut antara lain:

1. Insomnia Temporer
Insomnia jenis ini memiliki gejala berlangsung cukup singkat, hanya kurang dari 1 minggu saja. Biasanya, insomnia ini disebabkan oleh stress.

2. Insomnia Akut
Insomnia jenis ini memiliki gejala yang berlangsung kurang dari 1 bulan. Penderita sangat sulit memulai tidur atau mempertahankan tidurnya, meskipun sebenarnya dia ngantuk berat.

3. Insomnia Kronis
Insomnia jenis ini sangat parah bangat, berlangsung lebih dari 1 bulan. Akibatnya, penderita sering mengalami halusinasi dan melihat hal-hal yang aneh.

Jika diperhatikan, insomnia sangat mengganggu penderita bukan. Sampai insomnia kronis yang sering merasakan halusinasi. Maka dari itu, ada gejala-gejala umum dari penderita insomnia ini.

7 Gejala Insomnia

Gejala Insomnia

Gejala ini terkadang disadari ataupun tidak disadari oleh penderita.

1. Kesulitan Tidur Nyenyak, Keadaan Ini Berlangsung Sepanjang malam dalam Beberapa Hari, Berminggu-Minggu, atau Lebih
Gejala pertama tentu saja kesulitan tidur. Bahkan, dalam keadaan ngantuk sekalipun, sangat sulit untuk tidur. Terkadang penderita menganggap ini bukanlah masalah. Namun sebenarnya ini bermasalah banget. Banyak orang yang berakhir dengan penyesalan karena susah tidur.

Memang, hal seperti ini terjadi bisa karena stress dan bisa karena tidak ada kegiatan yang dilakukan pada siang hari. Jika itu faktor stress, maka sembuhkan diri dari stress. Jangan biarkan stress itu menghantui. Namun, jika memang tidak ada kegiatan pada siang hari, maka harus diubah kebiasaan tersebut. Karena tentunya akan menghambar aktivitas.

Rasa ngantuk biasa terjadi karena otak sudah mulai lelah. Namun, jika rasa ngantuk terjadi ketika otak tidak lelah, berarti itu karena otak kekurangan Oksigen. Maka pantas ada yang merasakan sudah ngantuk namun tidak bisa tidur. Dan itulah awal mula gejala insomnia.

2. Merasa Lelah Saat Bangun Tidur dan Tidak Mengalami Kesegaran
Tidur bertujuan untuk mengistirahatkan seluruh organ-organ tubuh. Maka hal yang wajar jika bangun tidur adalah tidak ada rasa lelah dan mengalami kesegaran. Meskipun bermimpi buruk sekalipun, pasti merasakan kesegaran saat bangun tidur.

Namun, apa jadinya jika bangun tidur justru yang dirasakan lelah. Tentu saja ini merupakan hal yang aneh sekali bukan? Ini tidak biasa. Dan tidak pula merasakan kesegaran. Seluruh badan terasa kaku banget.

Apa yang terjadi? Kenapa seluruh badan terasa lelah dan tidak segar saat bangun tidur? Yang pastinya ini terjadi karena organ tubuh tidak sepenuhnya istirahat. Dan tentu saja ini sangat berbahaya.

3. Sakit Kepala di Malam Hari, Ini Sering Dikatakan “Efek Mabuk” Padahal, Tidak Meminum Alkohol
Orang yang minum alkohol itu akan merasakan tenang saat dia minum alkohol saja. Setelah itu, dia akan merasakan rasa ngantuk yang besar. Dia akan mencari tempat tidur. Dan pada saat bangun tidur, dia akan merasakan sakit kepala. Kenapa hal tersebut terjadi?

Karena alkohol memaksa otak untuk terus berimajinasi tanpa henti. Inilah yang mengakibatkan seorang peminum alkohol merasa tenang, karena dihadapannya penuh dengan imajinasi. Dalam keadaan tidur sekalipun, otak terus dipaksa untuk berimajinasi. Sehingga otak tidak cukup istirahat. Maka wajar ketika bangun tidur, ada rasa sakit kepala yang timbul.

Nah, bagaimana jika seseorang itu tidak minum alkohol namun merasakan sakit kepala saat bangun tidur? Yang pastinya tidur dia itu tidak nyenyak. Dirinya masih saja berpikir, atau memang tidak bisa tidur, memaksa dirinya tidur, hingga akhirnya tertidur, namun sebenarnya otaknya tidak beristirahat, justru bekerja keras.

4. Sulit Berkonsentrasi
Tidur mampu meningkatkan konsentrasi. Maka, jika seseorang cukup tidur, maka daya konsentrasinya sangat besar. Maka apa yang terjadi jika seseorang kesulitan berkonsentrasi? Tentu saja ini sangat berdampak pada aktivitasnya.

Sulit tidur membuat otak memaksa diri untuk bekerja keras. Akibatnya, dia selalu bekerja keras tanpa henti. Maka wajar, sesorang yang sulit tidur itu akan kesulitan berkonsentrasi, karena otaknya selalu digunakan untuk bekerja keras.

5. Mudah Muntah-Muntah
Ini merupakan kasus yang langka. Ataupun ada, seseorang tersebut pasti merasa dirinya masuk angin. Dengan meminum obat masuk angin, maka hal tersebut bisa diatasi.

Tentu saja ini tidak bisa dibiarkan. Karena hal tersebut merupakan awal dari gejala penyakit. Jika seseorang muntah, maka lambungnya akan berkontraksi, membuang seluruh isi yang ada di dalamnya. Akibatnya, kebanyakan makanan yang seharusnya tercerna menjadi tidak tercerna. Tubuh menjadi kekurangan nutrisi jadinya.

6. Mata Memerah
Jika seseorang kurang tidur, maka terlihat wajar jika matanya memerah. Sama seperti otak, mata juga membutuhkan waktu istirahat. Karena beberapa jam dia dipaksa untuk bekerja, ada saatnya dia untuk beristirahat. Maka ketika dia tidak beristirahat, maka yang terjadi mata memerah.

Mata memerah tersebut mengindikasikan bahwa mata perlu istirahat. Mata perlu sekali ditutup untuk menyegarkan dirinya kembali.

7. Mengantuk di Siang Hari
Yang namanya insomnia itu adalah keadaan di mana pada saat malam hari kesulitan untuk tidur. Jika hanya memejamkan mata saja, itu bisa dilakukan. Namun, untuk benar tertidur, hal tersebut sangat susah dilakukan.

Maka terasa wajar jika seseorang yang kurang tidur di malam hari, akan terlihat mengantuk di siang hari. Padahal, di siang hari dia melakukan aktivitas untuk menunjang kehidupannya. Apa yang terjadi jika dia mengantuk, padahal dia harus melakukan aktivitas? Tentu saja akan berantakan.

Dan yang lebih parahnya. Ketika siang hari terasa ngantuk. Namun, ketika ingin tidur siang, sangat susah. Sekali bisa tidur, maka ketika bangun, akan terasa sangat lelah dan sakit kepala. Hal ini karena otak tidak sepenuhnya istirahat.

Dan ketika di malam hari, entah kenapa terasa sangat sulut untuk tidur. Walaupun di siang hari terasa ngantuk, namun ketika malam hari sangat sulit untuk tidur. Hal tersebut merupakan bukan hal yang baik.

14 Cara Mengatasi Insomnia

sleep

Jika gejala-gejala demikian ada pada diri Anda, maka Anda seharusnya waspada. Karena tentu saja itu merupakan hal yang tidak baik. Maka dari itu, perhatikan cara mengatasi insomnia.

1. Jauhi Alkohol
Meskipun alkohol mampu membuat tubuh menjadi tenang, namun itu hanya sementara. Sebatas alkohol tersebut memasuki dalam tubuh. Namun sebenarnya, alkohol itu tidak memberikan keuntungan sedikitpun. Karena alkohol itu membuat otak untuk terus bekerja berimajinasi.

Akibatnya, karena otak terus bekerja, membuat susah tidur. Tidur merupakan proses untuk mengistirahatkan organ tubuh. Namun apa yang terjadi jika salah satu organ tubuh terus bekerja, tentu saja menjadi tidak baik. Maka dari itu, jauhkan diri dari alkohol. Lagian, alkohol itu memang tidak baik untuk tubuh.

2. Jauhi Kafein Pada Malam Hari
Ini untuk sebagian orang yang memang dia sulit tidur setelah mengkonsumsi kafein. Ada juga orang yang tidak terpengaruh kafein. Jika memang saatnya tidur, dia akan tidur. Namun, bagaimana jika seseorang yang konsumsi kafein dan dia kesulitan untuk tidur? Hal seperti inilah yang harus dihindari.

Kafein memang membuat otak bekerja lebih keras daripada biasanya. Sangat cocok untuk orang yang memiliki mobilitas tinggi. Namun, jika kafein tersebut menghambat untuk tidur, maka sebaiknya jauhi kafein. Jika di siang hari, karena memang tidak diperuntukkan untuk tidur, mengkonsumsi kafein boleh-boleh saja. Namun, jika pada malam hari, jika Anda memang tipikal orang yang susah tidur sesudah mengkonsumsi kafein, sebaiknya jauhi.

3. Cobalah Tidur dengan Teratur
Pertama-tama sih begitu susah. Usahakan untuk berada di tempat tidur pada pukul 10 atau 11 malam. Walaupun tidak bisa tertidur, paksa diri untuk tidur. Jauhkan segala aktivitas yang membuat menunda tidur. Jika bisa, matikan televisi, komputer/laptop, dan lampu. Hal tersebut akan sangat membantu.

Apalagi untuk mematikan lampu. Dengan keadaan cahaya yang redup, membantu mata untuk tidur lebih awal. Tidur dengan lampu dalam keadaan mati, memang membuat tidur lebih nyenyak daripada tidur dengan lampu dalam keadaan hidup.

Memang, awal-awal begitu susah. Namun, lambat laun tubuh akan terbiasa. Akan terbiasa untuk tidur pada waktu yang telah ditentukan. Anda tidak otomatis tertidur pukul 11 malam, jika sudah terbiasa tidur pada pukul 11 malam.

4. Ubah Suasana Kamar Menjadi Lebih Nyaman
Kamar yang kotor dan berantakan, tentu saja mampu mengurungkan niat untuk tidur. Coba deh tidur di hotel mewah dengan kebersihan tingkat tinggi, pasti langsung tertidur deh. Maka dari itu, cobalah ubah kamar menjadi lebih nyaman. Tidak usah menjadi mewah, namun bersihkan saja kamar menjadi lebih bersih dan rapi.

Memang, kamar bisa dibilang merupakan gudang senjata kita. Dimana pakaian, alat make up, buku, dll ada di dalam sana. Terkadang begitu malas untuk merapikannya. Namun, merapikan kamar memberikan kenyamanan tersendiri untuk tidur. Kalau bisa, lakukan cat ulang pada kamar dengan warna-warna cerah dan menyejukkan mata, seperti hijau atau merah muda.

5. Hindari Stress
Stress memang memberikan dalam untuk insomnia. Stress berarti memaksa otak untuk berpikir dua kali lebih banyak. Stress merupakan keadaan di mana, seseorang memikirkan sesuatu secara terus menerus. Bayangkan jika otak dipaksa untuk bekerja terus menerus, maka akan berdampak pada keinginan untuk tidur.

Itulah yang harus dihindari. Jika terjadi stress, sebaiknya sesegera mungkin untuk mengobati stress. Cara yang paling ampuh untuk menghilangkan stress adalah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan.

6. Buat Posisi Tubuh Lebih Baik
Maksudnya adalah, buatlah posisi tidur Anda senyaman mungkin. Kalau bisa, belilah bantal yang memang membuat nyaman, hahaha. Biasanya, ketidaknyamanan saat posisi tidur disebabkan posisi yang kurang pas, terutama bagian leher dan kepala. Maka dari itu, usahakan posisi tidur dengan posisi leher yang netral, tidak terlalu ketinggian ataupun terlalu rendah oleh tubuh.

Salah satu posisi yang nyaman untuk tidur dengan posisi tubuh baring ke kanan. Hal tersebut membuat otak menjadi lebih rileks.

7. Matikan Lampu Saat Tidur
Sebuah fakta membuktikan kalau tidur dengan lampu hidup, atau pun dengan cahaya membuat tidur menjadi tidak rileks. Hal itu sebabnya usahakan untuk mematikan lampu saat ingin tidur.

Salah satu bukti nyata, cahaya mampu mengurangi kenyamanan tidur adalah, dengan terkenanya cahaya matahari saat pagi hari, hal itu membuat seseorang mudah terbangun. Karena dengan adanya cahaya, otak mulai bekerja secara serius. Logika sederhana, ada cahaya, maka matapun akan bekerja. Dengan mata bekerja, maka otakpun terpaksa bekerja. Jika tidak ada cahaya, mata tidak bekerja.

8. Jangan Melihat Jam
Jika sudah dijadwalkan tidur pada jam 11 malam, maka usahakan tidur pada jam tersebut. Jika tidak bisa tidur, usahakan tetap berbaring sambil mata terpejam. Jangan sekali-kali melihat jam, karena itu akan menambah stress. Karena biasanya, pada posisi tidur dan mata berusaha dipejam, waktu terasa cepat sekali.

9. Hindari Suara Bising
Memang, suara bising mengurangi kenyenyakan tidur. Mau tidur, tiba-tiba saja terdengar suara telepon. Pada saat lihat layar telepon, ternyata gebetan menelepon. Sudah deh, nggak bakal tidur lagi tuh.

Maka dari itu, buatlah suasana senyaman mungkin, jauh dari suara. Maka dari itu, dalam memilih tempat tinggal, pilihlah tempat tinggal yang nyaman. Hal ini bertujuan untuk mempermudah istirahat. Jika sudah nyaman, jauh dari suara bising, apalagi tempat tidur bersih dan rapi, maka akan mudah banget untuk tertidur. Tahukah Anda, jika pada hotel-hotel berbintang tersebut, sudah diatur agar keadaan kamar terhindar dari suara bising? Hal ini untuk menambah kenyamanan konsumen.

10.Konsumsi Air Putih dan Susu
Perhatian, jangan meminum susu satu jam sebelum tidur. Hal tersebut berbahaya dan membuat tubuh menjadi penimbunan lemak dan gula. Jika keadaan sudah demikian, maka penyakit lain akan hinggap.

Meminum air putih memang memberikan tubuh kesegaran. Idealnya, konsumsi air putih minimal 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Lebih banyak lebih bagus tapi jangan kebanyakan.

Mungkin, insomnia terjadi karena tubuh kekurangan cairan. Maka dari itu, untuk mengatasinya perbanyaklah konsumsi air putih.

11. Mandi Air Hangat
Dengan mandi air hangat mampu membuat pikiran menjadi lebih rileks. Mandi air hangat juga mampu membuat otot-otot dan saraf tubuh menjadi lebih rileks, sehingga tubuh terasa lebih nyaman.

Cobalah luangkan waktu 30 menit untuk mandi air panas. Bila perlu, campur air tersebut dengan air mawar. Namun, sepertinya tidak usah deh, air panas saja sudah cukup.

Namun hal yang perlu diperhatikan, pada saat mandi air panas mampu membuat tubuh menjadi lebih rileks. Dengan rileksnya otot-otot dan saraf, membuat tubuh menjadi lebih mudah mengantuk. Jika sudah terasa ngantuk, sebaiknya berhentilah mandi. Jangan sampai tertidur saat mandi air panas, karena akan membahayakan kesehatan.

12. Cuci Muka dan Kaki
Ini dulu sering banget dinasihati oleh orang tua atau kakek nenek. Mereka percaya dengan cuci muka dan kaki sebelum tidur mampu membuat tidur lebih nyenyak. Namun, walau sepele, hal tersebut memang benar. Setidaknya, untuk menghindari bau tubuh yang nantinya akan mengganggu kualitas tidur.

13. Olahraga Teratur
Dengan olahraga maka organ tubuh akan bekerja dua kali lipat, akibatnya, organ tubuh kelelahan. Dengan demikian, organ ingin secepatnya untuk beristirahat. Maka dari itu, tidur sehabis olahraga berat sangat nyenyak sekali. Karena seluruh organ tubuh sepenuhnya istirahat.

Cobalah berolahraga 30 menit saja. Hal tersebut mampu meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih baik.

14. Dekatkan diri Kepada Tuhan
Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, maka seluruh pikiran, saraf, dan organ menjadi lebih rileks. Dan juga, merupakan obat stress yang paling ampuh. Maka dari itu, jangan lupa untuk berdoa sebelum tidur.

Baca juga: 11 faktor penghambat dan cara mengembangkan potensi diri

Demikianlah 7 gejala insomnia dan 14 cara mengatasi insomnia. Semoga saja kita semua terhindar dari insomnia. Karena memang tidak baik.

Leave a Reply